Panggung Sabtu Ekstrakurikuler: Wadah Tumbuhnya Bakat, Karakter, dan Literasi Global Siswa

/ Sabtu, 07 Februari 2026 / 08.35.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM – PADANGSIDIMPUAN – Suasana halaman sekolah terasa berbeda setiap akhir pekan. Riuh tepuk tangan, senyum bangga para guru, dan rasa percaya diri yang terpancar dari wajah siswa berpadu dalam satu panggung sederhana yang sarat makna. Program Panggung Sabtu Ekstrakurikuler hadir bukan sekadar hiburan, melainkan ruang tumbuh bagi bakat, karakter, dan mimpi para siswa.


Setiap Sabtu, panggung itu menjadi saksi keberanian siswa menampilkan kemampuan terbaik mereka. Tari tradisional yang anggun, vokal solo yang menyentuh, atraksi pencak silat yang penuh disiplin, hingga storytelling dan pembacaan puisi dalam Bahasa Inggris silih berganti memukau penonton. Di balik setiap penampilan, tersimpan latihan panjang, semangat belajar, dan keberanian melampaui rasa gugup.


Bagi banyak siswa, tampil di depan publik bukanlah hal mudah. Namun, panggung ini justru menjadi ruang aman untuk belajar percaya diri. Ketika musik mengalun atau cerita mulai dituturkan, siswa tidak hanya menampilkan kemampuan seni, tetapi juga keberanian untuk didengar dan dihargai. Dari sinilah tumbuh rasa percaya diri yang kelak menjadi bekal penting dalam kehidupan mereka.


Kegiatan ini juga memperlihatkan bagaimana seni dan olahraga mampu membentuk karakter. Tari dan vokal melatih kepekaan rasa serta ekspresi diri, sementara pencak silat menanamkan disiplin, ketangguhan, dan sportivitas. Setiap gerakan dan latihan menjadi proses pembelajaran yang tak tertulis, namun terasa kuat dalam pembentukan kepribadian siswa.

Yang tak kalah menarik adalah penampilan storytelling dan puisi Bahasa Inggris. 


Di sinilah siswa belajar menembus batas bahasa, membangun literasi global, dan berani berkomunikasi di panggung internasional. Melalui cerita dan puisi, mereka tidak hanya berlatih bahasa, tetapi juga menyampaikan ide, emosi, dan perspektif dunia yang lebih luas.


Kegiatan ini bukan berlangsung tanpa proses. Latihan rutin dilaksanakan setiap Selasa dan Rabu, sementara Sabtu menjadi hari apresiasi sekaligus evaluasi pembelajaran. Pola ini menciptakan siklus belajar yang berkelanjutan, di mana siswa tidak hanya berlatih, tetapi juga merasakan kebanggaan atas hasil kerja keras mereka.

Kepala sekolah melalui Yunaidi S. Batubara, S.Pd.I menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai wadah pembinaan karakter sekaligus pengembangan potensi siswa secara seimbang antara akademik dan nonakademik.


 Ia berharap panggung sederhana ini mampu melahirkan generasi yang kreatif, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global—sebuah bukti nyata bahwa pendidikan humanis dapat tumbuh dari ruang ekspresi yang hangat dan penuh apresiasi.(PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: