Pembinaan Karakter Islami Sejak Dini, MIN 1 Padangsidimpuan Tanamkan Nilai Ibadah Lewat Praktik Nyata

/ Selasa, 24 Februari 2026 / 10.06.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM – PADANGSIDIMPUAN –Pagi itu, Selasa (24/2/2026), suasana di MIN 1 Padangsidimpuan terasa berbeda. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema lembut dari ruang-ruang kelas, menyatu dengan wajah-wajah polos para siswa yang khusyuk mengikuti rangkaian pembinaan karakter Islami. Sejak matahari belum tinggi, mereka telah duduk rapi, membuka mushaf, dan memulai hari dengan doa serta harapan.


Kegiatan diawali dengan Pagi Tausiah yang disampaikan dengan bahasa sederhana namun menyentuh hati anak-anak. Para siswa diajak memahami bahwa ibadah bukan sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan jiwa. Di sela tausiah, tampak beberapa siswa mengangguk pelan, seolah mulai mengerti bahwa sholat, membaca Al-Qur’an, dan berbuat baik adalah bekal hidup yang akan mereka bawa hingga dewasa nanti.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala MIN 1 Padangsidimpuan, Sarwansyah, S.Pd.I, menuturkan bahwa pendidikan agama harus menyentuh hati sekaligus membentuk kebiasaan. “Anak-anak tidak cukup hanya tahu teori. Mereka harus dibimbing untuk mempraktikkan langsung, agar nilai itu tumbuh menjadi karakter,” ujarnya dengan penuh keyakinan. Baginya, masa kanak-kanak adalah waktu terbaik menanamkan fondasi akhlak.


Usai tausiah, para siswa melanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an secara bersama-sama. Dengan bimbingan guru, mereka membaca ayat demi ayat, memperbaiki makhraj dan tajwid. Ada yang masih terbata-bata, ada pula yang sudah lancar. Namun yang paling terasa adalah semangat kebersamaan dan ketulusan dalam belajar. Tadarus itu bukan sekadar membaca, tetapi membangun kedekatan anak-anak dengan kitab suci mereka.


Materi thaharah pun diajarkan secara langsung. Guru memperagakan tata cara wudhu yang benar, lalu satu per satu siswa mempraktikkannya. Percikan air wudhu yang membasahi wajah kecil mereka menjadi simbol kesucian lahir dan batin. Dari kegiatan sederhana itu, anak-anak belajar bahwa kebersihan adalah bagian dari iman, dan disiplin dimulai dari hal-hal kecil.


Tak kalah mengharukan adalah praktik sholat wajib berjamaah dan sholat jenazah. Dengan tertib, siswa mengikuti setiap gerakan dan bacaan yang diarahkan guru. Bahkan ketika mempraktikkan sholat jenazah, mereka tampak serius dan penuh rasa ingin tahu. Pembelajaran ini bukan hanya tentang tata cara ibadah, tetapi juga tentang empati, kepedulian, dan tanggung jawab sebagai sesama umat.


Bagi MIN 1 Padangsidimpuan, pembinaan karakter bukanlah program sesaat, melainkan komitmen berkelanjutan. Di madrasah ini, nilai-nilai Islami tidak hanya diajarkan, tetapi dihidupkan dalam keseharian. Dari langkah kecil anak-anak yang belajar berwudhu hingga saf sholat yang tersusun rapi, tersimpan harapan besar: lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat iman dan akhlaknya. (PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: