Pemkab Humbang Hasundutan Apresiasi PGRI Gelar Trauma Healing Pasca Bencana Di Sipinsur

/ Jumat, 06 Februari 2026 / 18.22.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,- Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan mengapresiasi peran aktif Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sumatera Utara dalam upaya pemulihan psikologis masyarakat melalui kegiatan Trauma Healing Pasca Bencana Alam yang digelar di Kawasan Wisata Sipinsur, Kecamatan Paranginan, Jumat (6/2/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan Paniaran Nababan, S.H., M.H., yang diwakili Asisten Administrasi Umum Jaulim Simanullang. Hadir pula Bupati Tapanuli Utara yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Bahal Simanjuntak, 

Sekretaris Jenderal PB PGRI Dr. Dudung Abdul Qadir, M.Pd., Kepala Departemen Olahraga, Seni dan Budaya PB PGRI Dr. Rien Safrina, Ph.D., Plh Ketua PGRI Sumatera Utara Napak Samsul Napitupulu, S.E., M.Si., serta jajaran pengurus PGRI Humbang Hasundutan dan Tapanuli Utara.

Kegiatan trauma healing ini bertujuan membantu pemulihan psikologis pasca bencana alam, khususnya bagi peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan di wilayah terdampak di Sumatera Utara.

Bencana alam tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga meninggalkan dampak psikologis yang mendalam, terutama bagi anak-anak usia sekolah. Oleh karena itu, dukungan psikososial dinilai penting agar proses pemulihan masyarakat berjalan secara utuh dan berkelanjutan.

Kegiatan dilaksanakan oleh Pengurus Besar PGRI Provinsi Sumatera Utara dengan melibatkan pemerintah daerah, organisasi profesi guru, tenaga pendidik, serta peserta didik.

Kegiatan berlangsung di Kawasan Wisata Sipinsur, Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan, pada Jumat, 6 Februari 2026.

Dalam sambutan tertulis Bupati Humbang Hasundutan yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Jaulim Simanullang, disampaikan bahwa program trauma healing merupakan langkah strategis dalam memperkuat kesehatan mental dan emosional masyarakat pasca bencana. 

Program ini diharapkan mampu membangun kembali rasa percaya diri, ketahanan diri, serta optimisme, khususnya bagi peserta didik. “Pemulihan pasca bencana tidak cukup hanya memperbaiki infrastruktur. Pemulihan mental dan emosional masyarakat, terutama anak-anak, adalah fondasi penting untuk membangun masa depan yang lebih kuat,” ujar Jaulim Simanullang.

Bupati juga menekankan pentingnya peran pendidik dalam proses pemulihan psikososial. Melalui kegiatan ini, guru diharapkan memperoleh pengalaman dan keterampilan dalam mendampingi peserta didik agar mampu bangkit dan kembali fokus pada proses pembelajaran.

"Kepada peserta didik, Bupati berpesan agar tetap semangat belajar dan tidak menyerah pada keadaan.Prestasi, menurutnya, tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari keberanian, ketekunan, dan kemampuan bangkit dari kesulitan.

Sementara itu, Sekjen PB PGRI Dr. Dudung Abdul Qadir, M.Pd., menyampaikan bahwa PGRI bergerak cepat melalui jaringan pengurus provinsi hingga kabupaten/kota untuk meringankan beban masyarakat terdampak bencana. PGRI juga menjalin kolaborasi dengan pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan, serta seluruh pemangku kepentingan guna mempercepat pemulihan masyarakat.

“Pasca bencana, PGRI tidak hanya hadir dalam bantuan fisik, tetapi juga berperan aktif memulihkan kondisi psikologis peserta didik agar mereka dapat kembali belajar dan menatap masa depan dengan optimisme,” tegasnya.

Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh kepala satuan pendidikan, tenaga pendidik, dan peserta didik. Narasumber yang hadir antara lain Dr. Meslin Silalahi, Poltak Simatupang (Dosen Universitas Tapanuli Utara), serta Dr. Ambran Pardede, S.Pd., M.Pd., yang memberikan materi dan pendampingan psikososial secara interaktif.

Pemkab Humbang Hasundutan berharap kegiatan trauma healing ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak bencana dan menjadi bagian dari upaya pemulihan yang berkesinambungan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi. (PS/B.Nababan) 

Komentar Anda

Terkini: