Penguatan Sektor Perikanan Air Tawar Berbasis Masyarakat, Padanglancat Sisoma Jadi Model Ekonomi Akuakultur Modern

/ Jumat, 27 Februari 2026 / 08.26.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM-TAPSEL – Di Kolam deras yang mengalir jernih di Desa Padanglancat Sisoma, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, denyut ekonomi itu tumbuh dari kolam-kolam pembibitan ikan. Di tengah suasana pedesaan yang asri, masyarakat setempat perlahan membuktikan bahwa sektor perikanan air tawar dapat menjadi tumpuan harapan baru.


Program pembibitan dan budidaya ikan jurung (ikan merah) ikan mas dan Ikan Air Tawar laiinnya  kini menjelma menjadi model ekonomi berbasis masyarakat yang memadukan kearifan lokal dengan sentuhan teknologi modern.

Sentra pembibitan ini digerakkan oleh Kepala Desa Padanglancat Sisoma, Marihot Anton Sihombing, yang juga mengelola P2MKP Amphibi (Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan). Di tempat inilah, kolam-kolam tidak hanya menjadi ruang produksi, tetapi juga ruang belajar. Para petani ikan, pemuda desa, hingga masyarakat dari luar daerah datang untuk memahami teknik budidaya yang efektif dan berkelanjutan.


Ikan jurung sendiri dikenal sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi dan memiliki daya adaptasi kuat terhadap perairan berarus deras khas Sumatera. Melalui teknik striping atau pemijahan buatan, proses reproduksi dapat dikontrol secara ilmiah, mulai dari pemilihan induk unggul hingga tingkat fertilitas telur. Pendekatan ini terbukti meningkatkan angka kelangsungan hidup larva dibandingkan metode alami, sekaligus menjaga ketersediaan benih berkualitas bagi para pembudidaya.


Tak hanya jurung, ikan mas juga dikembangkan dengan manajemen budidaya berbasis parameter ilmiah. Pengawasan kualitas air seperti pH, suhu, dan kadar oksigen terlarut dilakukan secara berkala. Sistem pemberian pakan terukur diterapkan untuk menekan pemborosan sekaligus mempercepat pertumbuhan ikan. Pendekatan ini membuat produktivitas kolam lebih stabil, sekaligus meminimalkan risiko kerugian akibat kematian massal.


Legalitas dan sertifikasi resmi yang dimiliki sentra ini semakin memperkuat kepercayaan publik. Standar administrasi dan teknis yang terpenuhi menjadi jaminan mutu bagi mitra usaha maupun calon investor. Bagi masyarakat desa, hal ini bukan sekadar dokumen formalitas, melainkan simbol keseriusan dalam membangun usaha yang profesional dan berdaya saing.


Dari sisi ekonomi, permintaan pasar terhadap ikan jurung dan ikan mas tergolong stabil, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun kebutuhan restocking perairan umum. Pelatihan yang diberikan melalui P2MKP Amphibi turut membekali masyarakat dengan keterampilan manajemen usaha, efisiensi biaya produksi, hingga strategi pemasaran. Dengan demikian, budidaya ikan tidak lagi dipandang sebagai usaha tradisional semata, melainkan sebagai sektor ekonomi modern yang menjanjikan.


Kini, kolam-kolam di Padanglancat Sisoma bukan hanya menghasilkan benih dan ikan konsumsi, tetapi juga menumbuhkan optimisme. Inisiatif ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa, memperkuat ketahanan pangan lokal, serta menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Tapanuli Selatan. Dari desa kecil di Batangtoru, model akuakultur modern berbasis masyarakat itu terus mengalir, seperti sungai yang tak pernah berhenti membawa kehidupan.(PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: