Pramuka SMKN 2 Padangsidimpuan Turun Tangan Bersihkan Sungai Aek Sibontar, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan

/ Sabtu, 07 Februari 2026 / 14.22.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM – PADANGSIDIMPUAN-Pagi itu, suasana di sekitar Sungai Aek Sibontar tampak berbeda. Puluhan siswa Pramuka SMK Negeri 2 Padangsidimpuan berjejer di tepian sungai dengan sarung tangan, karung, dan alat pengait di tangan mereka. Sabtu (7/2/2026) menjadi hari yang bermakna ketika para siswa memilih menukar waktu libur dengan aksi nyata menjaga lingkungan.


 Di balik tawa dan semangat kebersamaan, tersimpan kepedulian besar terhadap masa depan alam sekitar. Sejak matahari mulai meninggi, para siswa menyisir aliran sungai, memungut sampah plastik, dedaunan, hingga limbah rumah tangga yang tersangkut di semak-semak dan bebatuan. Tidak sedikit dari mereka harus turun langsung ke bagian sungai yang berlumpur demi memastikan tak ada sampah yang tertinggal. Aksi sederhana ini menjadi gambaran nyata bagaimana generasi muda mulai mengambil peran dalam menjaga sumber kehidupan masyarakat.


Kegiatan tersebut bukan sekadar kerja bakti biasa. Bagi para anggota Pramuka, aksi ini menjadi ruang belajar yang hidup—tentang disiplin, tanggung jawab, dan arti gotong royong. Mereka belajar bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau orang dewasa, melainkan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari diri sendiri.


Aksi bersih sungai ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mendorong gerakan peduli lingkungan dan penguatan budaya bersih di seluruh lapisan masyarakat, termasuk di lingkungan pendidikan.

 Semangat tersebut diterjemahkan sekolah melalui kegiatan kepramukaan yang sarat nilai kepemimpinan, kepedulian sosial, dan cinta alam.


Kepala SMKN 2 Padangsidimpuan, Zendro Hasibuan, S.Pd., menyampaikan rasa bangga atas antusiasme siswa. Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah penting dalam menanamkan kesadaran ekologis sejak dini.


 Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.


Zendro berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin yang melibatkan lebih banyak pihak, termasuk masyarakat sekitar. Sinergi antara sekolah dan warga dinilai menjadi kunci agar upaya menjaga kebersihan sungai dapat berlangsung berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi kualitas hidup masyarakat.


Bagi para siswa, pengalaman ini meninggalkan kesan mendalam. Mereka tidak hanya memahami dampak sampah terhadap ekosistem, tetapi juga merasakan kuatnya nilai kebersamaan. Aksi bersih Sungai Aek Sibontar menjadi bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil—dan dari tangan-tangan muda yang peduli, harapan untuk lingkungan yang lebih bersih dan sehat terus tumbuh.(PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: