Tragedi Siswa SD di NTT Guncang Dunia Pendidikan, Anggota DPRK Manumpak Desak Pengawasan Sekolah Diperketat

/ Jumat, 06 Februari 2026 / 17.49.00 WIB

POSKOTASUMATRA.COM – ACEH TENGGARA – Anggota DPRK Aceh Tenggara, Manumpak Sibarani, meminta agar keaktifan pengawasan di lingkungan sekolah kembali diperkuat, khususnya terhadap siswa dari keluarga kurang mampu. Pernyataan ini disampaikannya menyikapi tragedi memilukan yang menimpa seorang siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kasus siswa SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT, berinisial YBR (10) yang tewas gantung diri telah memicu keprihatinan luas di tengah masyarakat. Peristiwa tragis tersebut bahkan mendapat atensi khusus dari pemerintah karena menyentuh sisi kemanusiaan dan dunia pendidikan.

Seperti diketahui, YBR merupakan siswa kelas IV SD yang diduga nekat mengakhiri hidupnya akibat kekecewaan karena tidak dibelikan buku tulis dan pulpen untuk keperluan sekolah. Peristiwa ini pun menjadi sorotan nasional dan viral di berbagai platform media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Manupak menegaskan bahwa tragedi di NTT harus menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak, khususnya institusi pendidikan, agar lebih peka terhadap kondisi sosial dan psikologis siswa.

 “Agar tidak ada lagi kejadian seperti tragedi di NTT, pengawasan sekolah harus dikembalikan ke fungsi utamanya. Guru pembina siswa maupun guru BP harus hadir dan aktif mendengar setiap keluhan siswa,” ujar Manumpak Sibarani kepada poskotasumatra.com,  Jumat (06/02/2026).

Menurutnya, kehadiran guru tidak hanya sebatas mengajar, namun juga berperan sebagai pendamping dan pelindung siswa, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang rentan mengalami tekanan.

 “Anak-anak sekolah harus merasa diperhatikan dan dilindungi. Jangan sampai mereka memendam masalah besar tanpa ada tempat mengadu,” tegasnya.

Manumpak Sibarani berharap pihak sekolah, pengawas pendidikan, serta Dinas Pendidikan dapat menjadikan tragedi tersebut sebagai pelajaran penting untuk memperkuat sistem pengawasan, pembinaan, dan kepedulian terhadap kondisi siswa di lingkungan sekolah. (PS/AZHARI) 



Komentar Anda

Terkini: