Verifikasi TUK SMKN 1 Marancar: Saat Sekolah Menjamin Masa Depan Siswa Lewat Kompetensi Nyata

/ Jumat, 06 Februari 2026 / 18.57.00 WIB



POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL – Suasana berbeda terasa di SMK Negeri 1 Marancar pada Jumat (6/2/2026). Di balik aktivitas belajar yang biasa, hari itu menjadi momen penting bagi masa depan para siswa jurusan Agribisnis Tanaman Perkebunan. Tim Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI hadir melakukan verifikasi Tempat Uji Kompetensi (TUK), sebuah langkah yang bukan sekadar administratif, melainkan bagian dari upaya memastikan setiap lulusan benar-benar siap memasuki dunia kerja.

Bagi para siswa, verifikasi TUK bukan hanya tentang pemeriksaan ruang praktik atau kelengkapan alat, tetapi tentang harapan agar kemampuan yang mereka pelajari selama bertahun-tahun diakui secara resmi.

Kepala SMKN 1 Marancar, Afwan Tarihoran, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa proses ini merupakan tahapan krusial untuk memastikan peserta didik memperoleh pengakuan kompetensi yang kredibel dan terukur.

"Ketika TUK terverifikasi, kepercayaan dunia usaha dan dunia industri terhadap lulusan SMK akan semakin kuat. Ini bukan hanya soal sekolah, tetapi masa depan anak-anak kita,” ujarnya penuh optimisme.


Tim verifikasi Cabdisdik Wilayah XI dipimpin Kepala Cabdisdik Wilayah XI, Dr. Tetti Mahrani Pulungan, S.Pd., M.Pd., yang diwakili Kasi SMK Saripuddin, M.A., didampingi Pengawas SMK Hafsah Delila Lubis S.Pd serta  Staf Cabdis Yati Hasibuan. Dalam sambutannya,  Kasi SMK Sariluddin M.A  menekankan bahwa verifikasi TUK merupakan bagian dari penjaminan mutu berkelanjutan. Tujuannya adalah menyelaraskan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.


Secara ilmiah, uji kompetensi menjadi instrumen penting dalam mengukur keterampilan, pengetahuan, dan sikap peserta didik secara menyeluruh. Karena itu, proses verifikasi dilakukan secara detail, mulai dari kelayakan ruang praktik, kelengkapan peralatan, penerapan keselamatan kerja, hingga kesiapan asesor. Pendekatan ini memastikan asesmen berlangsung objektif, valid, dan reliabel.


Selama kegiatan, tim melakukan observasi langsung terhadap laboratorium, bengkel praktik, serta dokumen pendukung pelaksanaan uji kompetensi. Setiap sudut sekolah menjadi saksi keseriusan SMKN 1 Marancar dalam menjaga standar pembelajaran berbasis praktik yang konsisten.


Bagi pihak sekolah, verifikasi ini menjadi momentum refleksi. Afwan Tarihoran menilai bahwa proses tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan kesempatan untuk mengevaluasi dan menyempurnakan ekosistem pembelajaran vokasi melalui sinergi dengan pemerintah dan dunia industri.


Harapannya, verifikasi ini akan semakin memantapkan kesiapan SMKN 1 Marancar dalam melaksanakan uji kompetensi berkualitas. Lebih dari itu, langkah ini menjadi bukti nyata komitmen pendidikan vokasi dalam melahirkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing—membawa harapan baru bagi pembangunan daerah dan masa depan generasi muda. (PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: