POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL – Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti Masjid Al Qosim, Sipirok, Kamis (19/3/2026), dalam momentum Ramadhan yang sarat nilai spiritual dan sosial. Induk Keluarga Alumni Pelajar Sipirok Indonesia (IKAPSI) wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat solidaritas sosial melalui penyaluran santunan kepada kaum dhuafa. Kegiatan ini menjadi representasi nyata filantropi berbasis komunitas diaspora yang terorganisir, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Secara sosiologis, praktik santunan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai distribusi bantuan material, tetapi juga sebagai instrumen penguatan kohesi sosial. Interaksi langsung antara pemberi dan penerima manfaat menciptakan ruang empati yang mempererat relasi sosial di tengah masyarakat.
Dalam perspektif ilmu sosial, aktivitas semacam ini berkontribusi pada peningkatan social bonding yang menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas dan harmoni komunitas lokal.
Respons emosional berupa haru dan rasa syukur dari para penerima bantuan menjadi indikator penting bahwa intervensi sosial berbasis komunitas mampu menghadirkan dampak psikologis yang signifikan. Rasa dihargai dan diperhatikan tidak hanya memperkuat ketahanan mental individu, tetapi juga menumbuhkan optimisme kolektif di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat.
Pemberian Santunan IKAPSI Tabagsel Kepada Kaum Dhuapa Dusun Hasahatan Desa Pangaribuan.
Ketua DPD IKAPSI Tabagsel, H. Maas Siagian, yang hadir bersama jajaran pengurus serta moderator Isnut Siregar, menegaskan bahwa program santunan ini merupakan bagian dari strategi organisasi dalam mendorong perubahan sosial yang berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa kontribusi anggota sebesar Rp250.000 per orang bukan sekadar donasi, melainkan bentuk konkret kapital sosial yang dihimpun dari jaringan IKAPSI di seluruh Indonesia. Dalam perspektif pembangunan sosial, hal ini mencerminkan transformasi nilai gotong royong tradisional menjadi praktik modern berbasis solidaritas kolektif yang terstruktur.
Sementara itu, Ketua Umum DPP IKAPSI, Raja Parlindungan Pane, menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir secara langsung. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sekaligus menjadi penguat semangat kebersamaan di bulan suci Ramadhan," ujar Maas Siagian.
Sebanyak 140 kaum dhuafa menerima santunan dalam kegiatan tersebut, dengan rincian 94 orang di Sipirok Narobi, 15 orang di Dusun Batang Miha, dan 31 orang di Dusun Hasahatan, Desa Pangaribuan. Skala distribusi ini menunjukkan jangkauan intervensi sosial yang cukup luas pada tingkat lokal serta mencerminkan perencanaan program yang berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat.
Penanggung jawab kegiatan, Idamhuri Siregar, mengungkapkan bahwa total donasi yang terkumpul mencapai sekitar Rp35 juta. Dana tersebut dirancang untuk menjangkau beberapa wilayah secara bertahap, seperti Situmba, Saba Batang Miha, dan Dusun Hasahatan Desa Pangaribuan. Pendekatan ini mencerminkan adanya sistem manajemen program yang terukur, dengan orientasi pada pemerataan manfaat dan efektivitas distribusi bantuan.
Dalam kerangka teori jaringan sosial, IKAPSI Tabagsel memperlihatkan peran strategis organisasi alumni sebagai agen perubahan. Ikatan yang terbentuk sejak masa pendidikan berkembang menjadi modal kolektif yang dapat dimobilisasi untuk kepentingan masyarakat luas.
Transformasi ini memperkuat fungsi organisasi tidak hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai institusi sosial yang responsif terhadap dinamika dan kebutuhan masyarakat.
Inovasi program “door to door” yang diterapkan menjadi pendekatan humanis dalam penyaluran bantuan. Melalui metode ini, pengurus tidak hanya mendistribusikan santunan, tetapi juga melakukan observasi langsung terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Pendekatan partisipatif ini dinilai lebih efektif dalam memastikan ketepatan sasaran sekaligus membangun kedekatan emosional antara organisasi dan penerima manfaat.
Kegiatan ditutup dengan doa dan refleksi spiritual yang dipimpin oleh Idamhuri Siregar, S.Pd.I, menciptakan suasana khidmat yang memperkuat makna Ramadhan sebagai bulan kepedulian. Ucapan Minal Aidin Walfaizin yang disampaikan kepada masyarakat Kecamatan Sipirok menjadi simbol rekonsiliasi sosial dan harapan akan keberlanjutan nilai-nilai kemanusiaan. Dari Masjid Al Qosim, tersampaikan pesan kolektif bahwa perubahan sosial yang besar berakar dari kepedulian kecil yang dilakukan secara konsisten dan bersama-sama.(PS/BERMAWI)
Pemberian Santunan dari IKAPSI Tabagsel kepada Kaum Dhuafa Dusun Batangmiha Sipirok


