Kolaborasi Pemprov Sumut dan PT Nindya Karya Wujudkan Huntara Terpadu Berbasis Sosial dan Pemulihan Psikologis di Batang Toru

/ Selasa, 03 Maret 2026 / 16.21.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM-TAPSEL — Harapan baru mulai tumbuh di Desa Napa, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Di tengah kenangan pahit pascabencana, pembangunan Hunian Sementara (Huntara) yang digagas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kini memasuki tahap akhir. Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, memastikan bahwa pekan depan warga sudah dapat menempati hunian yang telah lama dinantikan. Bagi ratusan keluarga terdampak, kabar ini bukan sekadar informasi progres pembangunan, melainkan titik terang untuk memulai kembali kehidupan yang sempat porak-poranda.


Di atas lahan yang sebelumnya sunyi, kini berdiri bangunan-bangunan rapi yang dikerjakan oleh PT Nindya Karya. Setiap unit dirancang dengan memperhatikan keamanan struktur, sirkulasi udara, serta pencahayaan alami yang memadai. Namun lebih dari sekadar konstruksi fisik, Huntara ini dibangun dengan empati—menghadirkan ruang yang layak, sehat, dan manusiawi bagi warga yang tengah berproses memulihkan diri.


Sebanyak 252 kamar disiapkan untuk menampung keluarga terdampak. Di dalamnya, ruang-ruang fungsional memungkinkan setiap keluarga tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan nyaman. Bagi para orang tua, memiliki atap yang aman berarti menghadirkan kembali rasa tenang saat anak-anak terlelap.


 Bagi anak-anak, kamar sederhana itu menjadi ruang baru untuk kembali bermimpi.

Yang membuat kawasan ini terasa berbeda adalah pendekatan terpadu yang diusung. Huntara tidak hanya menghadirkan tempat tinggal, tetapi juga musholla, sekolah PAUD, gedung serbaguna, taman terbuka hijau, hingga lapangan futsal. Kehadiran fasilitas ini menjadi simbol bahwa pemulihan tidak cukup hanya dengan membangun dinding dan atap, tetapi juga membangun kembali interaksi sosial dan semangat kebersamaan yang sempat terhenti.


Sekolah PAUD di dalam kawasan memberi pesan kuat bahwa masa depan anak-anak tetap menjadi prioritas. Di ruang-ruang kecil itu, tawa dan suara belajar akan kembali menggema, membantu proses pemulihan psikologis yang sering kali tak terlihat. Sementara taman dan lapangan olahraga menjadi ruang perjumpaan, tempat warga berbagi cerita, saling menguatkan, dan perlahan menata ulang rasa percaya diri mereka sebagai sebuah komunitas.


Sentuhan lokal juga terasa melalui pembangunan Taman Handicraft Pass yang melibatkan putra daerah. Keterlibatan masyarakat setempat bukan hanya mempercepat proses pekerjaan, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal. Ada kebanggaan tersendiri ketika warga ikut membangun ruang yang kelak mereka tempati dan manfaatkan bersama.

Bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, langkah ini merupakan wujud tanggung jawab sosial yang nyata. Melalui semangat kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat, pembangunan Huntara di Batang Toru menjadi lebih dari sekadar proyek infrastruktur. Ia menjelma menjadi ruang harapan—tempat warga Desa Napa bangkit, memulihkan martabat, dan menyusun kembali masa depan dengan keyakinan bahwa mereka tidak berjalan sendiri.(PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: