Liga 4 Sumut Naik Kelas! Piala Gubernur 2025/2026, Resmi Dibuka dengan Wajah Profesional dan Semangat Baru

/ Sabtu, 28 Maret 2026 / 11.51.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM-Medan-Sepak bola Sumatera Utara memasuki babak baru. Piala Gubernur Sumut 2025/2026 Liga 4 resmi dibuka dengan gebrakan besar: untuk pertama kalinya di Indonesia, kompetisi Liga 4 dikelola oleh operator swasta. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya mendorong profesionalisme sepak bola hingga ke level akar rumput.

Pembukaan berlangsung meriah di Lapangan Yon Zipur I/DD, Helvetia, Medan, Kamis (26/3/2026), dihadiri Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, jajaran pejabat daerah, serta tokoh-tokoh olahraga Sumut. Hadir pula Letkol Czi Andri Prasetyo Wibowo, Ketua KONI Sumut Hatunggal Siregar, Kadispora Sumut Mahfullah Pratama Daulay, dan sejumlah pimpinan OPD.

Dalam sambutannya, Bobby Nasution menegaskan bahwa perubahan skema penyelenggaraan ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis untuk membangun ekosistem sepak bola yang lebih profesional dan berkelanjutan.

“Dengan pengemasan yang baru, kita harapkan bisa menghasilkan kualitas yang lebih baik, baik pemain, pelatih, maupun wasit. Semua bisa berkembang dan naik ke tingkat yang lebih profesional,” ujarnya.

Selama ini, Liga 4 di berbagai daerah, termasuk Sumut, diselenggarakan langsung oleh PSSI. Namun pola tersebut dinilai belum sepenuhnya mendorong kemandirian klub. Bahkan, tak jarang peserta harus menanggung beban tambahan, seperti penyediaan lapangan dan kebutuhan teknis pertandingan lainnya.

Kini, melalui keterlibatan operator swasta, beban tersebut diambil alih secara terpusat. Klub dapat lebih fokus pada pembinaan tim dan peningkatan performa di lapangan.

Pelaksana Tugas Ketua Asprov PSSI Sumut, Arya Sinulingga, mengungkapkan bahwa total 17 klub ambil bagian dalam kompetisi ini, dengan 50 pertandingan yang akan digelar di tiga venue utama: Lapangan Yon Zipur, Lapangan Sepak Bola Universitas Negeri Medan (Unimed), dan Cadika.

“Ini kompetisi Liga 4 paling efisien yang pernah ada. Biasanya klub harus mengeluarkan biaya untuk sewa lapangan dan kebutuhan pertandingan. Sekarang semua sudah disiapkan. PSSI fokus pada regulasi, tidak lagi terlibat langsung dalam operasional,” jelas Arya.

Selain efisiensi dan profesionalisme, aspek kedisiplinan juga menjadi sorotan utama. Bobby Nasution secara khusus mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga sportivitas dan menghindari insiden negatif yang dapat mencoreng nama baik kompetisi.

“Kita ingin Liga 4 Sumut dikenal karena prestasi, bukan karena hal-hal yang tidak baik. Jangan sampai viral karena keributan atau tindakan tidak sportif,” tegasnya.

Atmosfer baru yang dibawa Liga 4 Sumut musim ini diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta potensial yang siap bersaing di level lebih tinggi. Dengan tata kelola yang lebih modern, transparan, dan profesional, kompetisi ini bukan hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga panggung pembinaan sepak bola masa depan.

Piala Gubernur Sumut 2025/2026 kini bukan sekadar turnamen—melainkan simbol transformasi sepak bola daerah menuju standar nasional yang lebih tinggi.


(PS/M.F/Tim)
Komentar Anda

Terkini: