Pelepasan Atlet Karate ASKI Binaan Polres Humbahas , Semangat Juang Dari Daerah Untuk Panggung Nasional

/ Kamis, 19 Maret 2026 / 11.31.00 WIB


POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,- Di tengah keterbatasan yang kerap membayangi dunia olahraga daerah, semangat juang para atlet karate Akademi Seni Bela Diri Karate Indonesia (ASKI) binaan Polres Humbang Hasundutan justru tampil menyala. 

Dengan tekad yang kuat dan latihan tanpa lelah, para atlet ini dilepas untuk mengikuti dua ajang bergengsi, yakni Kejuaraan Piala Kadis Pora Sumatera Utara Tahun 2026 di Medan serta Kejuaraan Nasional (Kejurnas) ASKI–JKA Ke-IX Tahun 2026 di Jakarta.

Kegiatan pelepasan tersebut berlangsung penuh haru dan semangat. Bukan sekadar seremoni, momen ini menjadi penegas bahwa perjuangan panjang yang ditempuh para atlet akhirnya mengarah pada panggung yang lebih tinggi. Mereka hadir bukan hanya sebagai peserta, melainkan sebagai representasi harapan masyarakat Humbang Hasundutan.

Kapolres Humbang Hasundutan, AKBP Adi Nugroho, S.H., S.I.K., dalam arahannya memberikan motivasi yang mendalam kepada para atlet. Ia menekankan bahwa keberangkatan mereka membawa tanggung jawab besar, bukan hanya untuk meraih kemenangan, tetapi juga menjaga kehormatan daerah.

“Selamat bertanding kepada seluruh atlet. Apapun hasilnya nanti, kami percaya kalian sudah memberikan yang terbaik. Yang terpenting adalah bagaimana kalian membawa nama baik Kabupaten Humbang Hasundutan dengan penuh semangat, disiplin, dan sportivitas,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Ia juga mengingatkan bahwa perjalanan yang akan ditempuh bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, kondisi fisik dan mental harus tetap dijaga dengan baik.

“Jaga kesehatan, jaga kekompakan, dan tetap fokus. Jangan lupa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar diberikan keselamatan dan hasil terbaik,” tambahnya.

Motivasi serupa juga disampaikan Kompol M. Nainggolan.SH.M.SI yang mengajak para atlet untuk terus menjaga semangat juang serta tidak melupakan kekuatan doa dalam setiap langkah perjuangan.

“Terus berdoa dan tetap semangat. Semoga kalian mampu membawa pulang prestasi dan mengharumkan nama daerah serta institusi yang telah mendukung kalian,” ungkapnya.

Di balik semangat yang menggelora, dukungan nyata dari Polres Humbahas menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan para atlet. Penyediaan fasilitas latihan berupa gedung olahraga menjadi bukti konkret kepedulian terhadap pembinaan generasi muda di bidang olahraga.

Ketua ASKI Humbahas, Brigpol Boy E. Sinambela, mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan tersebut. Ia menegaskan bahwa para atlet yang diberangkatkan merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara serius dan berkelanjutan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Polres Humbahas atas dukungan yang luar biasa. Atlet yang berangkat ini adalah hasil dari latihan panjang, disiplin, dan kerja keras. Kami optimis mereka mampu memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Pelatih Jons Verry Hutahuruk Sabuk Hitam DAN II menambahkan bahwa para atlet telah menjalani latihan intensif yang mencakup seluruh aspek penting dalam pertandingan, mulai dari fisik, teknik, hingga mental bertanding.

“Kami telah mempersiapkan mereka dengan maksimal. Secara teknik dan mental, mereka siap menghadapi lawan dari berbagai daerah. Kami optimis mereka mampu bersaing,” jelasnya.

Arisman Pasaribu dari ISORI sekaligus Team Manajer ASKI  juga mengingatkan pentingnya menjaga fokus dan disiplin selama pertandingan berlangsung. Menurutnya, kemenangan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan, tetapi juga oleh konsistensi dan mental yang kuat.

Dalam kejuaraan Piala Kadis Pora Sumatera Utara Tahun 2026, ASKI Humbahas menurunkan Tim Bisma yang diperkuat oleh atlet-atlet terbaik dari berbagai kategori usia, yakni:

Guncen Purba (Senior -60 kg Putra), Imelda Munthe (U-21 -55 kg Putri), Judika Manalu (Pemula -40 kg Putra), Verdy Hutauruk (Pemula -40 kg Putra), Unduk Simamora (Pemula -45 kg Putra), Jairus Simamora (Usia Dini -30 kg Putra), Virda Hutauruk (Usia Dini +25 kg Putri), Samuel Situmeang (Pra Pemula -30 kg Putra), Evan (Junior -61 kg Putra), serta Sabrino Purba (U-21 -55 kg Putra).

Sementara itu, untuk menghadapi Kejurnas ASKI–JKA Ke-IX Tahun 2026 di Jakarta, tim yang diberangkatkan terdiri dari :        Guncen Purba (Senior -60 kg Putra), Jhonprik Naiggolan (Senior -67 kg Putra), Sabrino Purba (U-21 -55 kg Putra), Anrian Sihite (Junior -55 kg Putra), Feny Manalu (U-21 -68 kg Putri), Verdy Hutauruk (Pemula -40 kg Putra), serta Virda Hutauruk (Usia Dini +25 kg Putri).

Komposisi ini menunjukkan kesinambungan pembinaan atlet dari usia dini hingga senior. Bahkan beberapa atlet dipercaya untuk tampil di dua ajang sekaligus, sebagai bentuk kepercayaan terhadap kemampuan dan mental bertanding mereka.

Namun di balik kesiapan dan semangat tersebut, terselip realitas yang tidak bisa diabaikan. Berdasarkan pantauan awak media, perjuangan para atlet ini masih diwarnai dengan minimnya perhatian dari pihak yang seharusnya memiliki tanggung jawab dalam pembinaan olahraga daerah.

Sejumlah atlet berprestasi disebut belum mendapatkan tali asih atau bentuk penghargaan yang layak atas capaian mereka di berbagai kejuaraan. Bahkan dalam beberapa kesempatan, keberangkatan atlet ke ajang pertandingan harus ditopang oleh biaya pribadi.

Kondisi ini menjadi ironi, mengingat peran strategis yang seharusnya dijalankan oleh instansi terkait dalam mendukung kemajuan olahraga. Minimnya perhatian tersebut menimbulkan pertanyaan besar tentang sejauh mana komitmen dalam membina dan mengapresiasi atlet daerah.

Di tengah situasi tersebut, kehadiran Polres Humbahas melalui pembinaan ASKI justru menjadi bukti nyata bahwa kepedulian masih ada. Langkah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa prestasi tidak lahir dari wacana, melainkan dari tindakan nyata dan komitmen yang konsisten.

Kegiatan pelepasan ini turut dihadiri oleh para pelatih, official, serta awak media ASKI Binaan Polres Humbahas , di antaranya Bernardus Nababan dan Denny Pasaribu. Kehadiran mereka menjadi saksi semangat para atlet yang siap berjuang membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.

Kini, langkah para atlet telah dimulai. Dengan semangat juang yang membara, mereka siap menghadapi setiap tantangan di arena pertandingan. Lebih dari sekadar mengejar medali, mereka membawa misi besar membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi.

Perjalanan ini adalah cerita tentang kerja keras, pengorbanan, dan harapan. Tentang generasi muda yang memilih untuk berjuang, meski tanpa jaminan. Tentang mereka yang tetap berdiri tegak, meski dukungan tak selalu datang.

Dan pada akhirnya, ketika mereka melangkah ke arena, yang mereka bawa bukan hanya teknik dan strategi tetapi juga harga diri daerah, doa masyarakat, serta keyakinan bahwa suatu hari nanti, jerih payah mereka akan terbayar dengan prestasi yang membanggakan. (PS/B.Nababan) 

Komentar Anda

Terkini: