POSKOTASUMATERA.COM–TAPSEL — Suasana hangat penuh kebersamaan terasa begitu kental di lingkungan SMKN 1 Batang Angkola pada Senin, 6 April 2026. Dalam balutan kegiatan halal bihalal pasca-Idulfitri, siswa, guru, komite sekolah, hingga tamu undangan duduk bersama tanpa sekat, menikmati hidangan yang sama. Bukan sekadar makan, momen ini menjadi ruang bertemunya nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan pendidikan karakter dalam praktik nyata.
Di antara deretan siswa yang tersenyum dan berbincang santai, terlihat bagaimana sekat formal antara peserta didik dan para tamu perlahan mencair. Utusan Kapolsek Batang Angkola, perwakilan SPPG MBG, serta komite sekolah turut larut dalam suasana, menyatu dalam interaksi yang sederhana namun bermakna. Bagi para siswa, pengalaman ini menjadi sesuatu yang berbeda—lebih dari sekadar rutinitas sekolah, tetapi juga pelajaran hidup yang terasa langsung.
Kegiatan ini menjadi semakin istimewa karena adanya transformasi dalam pelaksanaan program MBG (Makan Bergizi Gratis). Jika sebelumnya makanan dibagikan secara individual, kali ini disajikan dalam konsep makan bersama. Perubahan sederhana ini menghadirkan makna yang lebih dalam: bahwa kebersamaan tidak hanya diajarkan, tetapi juga dirasakan. Tawa kecil, saling berbagi lauk, hingga percakapan ringan menjadi potret nyata tumbuhnya nilai empati di antara siswa.
Kepala SMKN 1 Batang Angkola, Nelvita Melda Lubis, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa, tetapi juga untuk membangun ikatan sosial yang lebih kuat. Menurutnya, makan bersama memiliki kekuatan untuk mendekatkan hati, menciptakan rasa saling memiliki, serta menumbuhkan kepedulian antarindividu di lingkungan sekolah.
Dari sudut pandang yang lebih luas, kegiatan ini juga mencerminkan pendekatan pendidikan yang humanis. Siswa tidak hanya diajarkan teori tentang kebersamaan dan toleransi, tetapi diajak untuk mengalaminya secara langsung. Dalam momen sederhana seperti berbagi makanan, tersimpan pelajaran tentang kesetaraan—bahwa semua duduk sejajar, tanpa membedakan latar belakang.
Kehadiran pihak kepolisian dalam kegiatan ini pun memberikan sentuhan edukatif yang berbeda. Tanpa suasana formal yang kaku, pesan tentang pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan disampaikan secara lebih dekat dan bersahabat. Ini menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga hasil kolaborasi berbagai elemen masyarakat.
Pada akhirnya, kegiatan halal bihalal dan makan bersama ini menjadi lebih dari sekadar tradisi tahunan. Ia menjelma menjadi cerita tentang kebersamaan, tentang nilai-nilai yang tumbuh dari hal sederhana, dan tentang bagaimana sebuah sekolah berupaya membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli. Di balik setiap suapan dan tawa yang dibagikan, tersimpan harapan akan lahirnya siswa-siswa yang berkarakter kuat dan berjiwa sosial tinggi.(PS/BERMAWI)


