Korban Banjir Lauser Menjerit: Dana DTH dan Stimulan Mandek, Bantuan Diduga Tak Merata

/ Kamis, 09 April 2026 / 17.33.00 WIB

POSKOTASUMATRA.COM | ACEH TENGGARA – Penderitaan korban banjir Desember 2025 di Kecamatan Ketambe belum berakhir. Hingga kini, sejumlah warga mengaku belum menerima bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) maupun Dana Stimulan yang sebelumnya dijanjikan pemerintah.

Salah satu warga terdampak, Diana, warga Desa Lauser, Kecamatan Ketambe, mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyebut sejak rumahnya hanyut diterjang banjir beberapa bulan lalu, dirinya bersama keluarga masih hidup dalam ketidakpastian.

“Kami belum menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) begitu juga Dana Stimulan yang tak kunjung datang. Padahal itu sangat kami butuhkan untuk bertahan hidup,” ujar Diana kepada poskotasumatra.com, Kamis (09/04/2026). 

Dengan nada pilu, ia juga mempertanyakan keadilan dalam penyaluran bantuan yang dinilai belum merata.

“Di desa kami ada puluhan rumah yang terbawa arus banjir, tapi kenapa cuma 12 orang yang menerima Dana DTH yang nominalnya Rp1,8 juta itu,” keluhnya.

“Kami yang tidak ada rumah ini, yang dibawa arus banjir beberapa bulan lalu, kemana lagi kami harus tinggal?” sambungnya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga lainnya, Alpi Satria, yang turut terdampak banjir. Ia menilai penyaluran bantuan terkesan tidak transparan dan tidak merata di tengah masyarakat.

“Kami berharap ada kejelasan dari pemerintah. Jangan sampai bantuan ini hanya dinikmati sebagian orang saja, sementara yang lain masih menunggu tanpa kepastian,” tegas Alpi Satria.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD, Dodi Sukmariga Tajmal, M.Si, menyampaikan kepada poskotasumatra.com Via Whatsapp, bahwa proses penyaluran bantuan masih berjalan dan belum sepenuhnya terealisasi.

“Dana untuk Stimulan masih sekitar 60 persen yang terealisasikan. Untuk yang lainnya, mohon bersabar menunggu, karena kami masih menunggu data terbaru,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya proses verifikasi data by name by address (BNBA) agar bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Verifikasi BNBA ini penting supaya data penerima valid dan bantuan tidak salah sasaran,” tambahnya.

Diketahui, banjir besar yang melanda wilayah Kecamatan Ketambe pada Desember 2025 lalu menyebabkan banyak rumah warga rusak parah bahkan hanyut terbawa arus. Pemerintah sebelumnya menjanjikan bantuan, termasuk Dana DTH dan Dana Stimulan sebagai bentuk dukungan bagi korban terdampak.

Namun, lambannya realisasi bantuan tersebut kini memicu keresahan di tengah masyarakat. Warga berharap pemerintah daerah segera mempercepat proses pendataan dan pencairan bantuan, agar para korban tidak terus berada dalam kondisi sulit tanpa kepastian. (PS/ASP) 


Komentar Anda

Terkini: