Pemkab Humbahas Percepat Rehabilitasi Air Baku Pakkat Dan Rencanakan Pembangunan Di Lintongnihuta

/ Senin, 06 April 2026 / 19.22.00 WIB


POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,- Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Pemkab Humbahas) menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama di Medan, Senin (6/4/2026), guna membahas Laporan Antara Detail Engineering Design (DED) rehabilitasi air baku di Kecamatan Pakkat serta rencana pembangunan air baku di Kecamatan Lintongnihuta.

Rakor ini menjadi langkah strategis dalam percepatan pemulihan infrastruktur air bersih pasca bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025. Kerusakan yang cukup parah pada bangunan intake dan jaringan transmisi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kecamatan Pakkat menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Humbahas, , menyampaikan bahwa koordinasi lintas instansi ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Humbang Hasundutan, , yang mendorong percepatan penanganan pasca bencana serta pemulihan layanan dasar bagi masyarakat.

“Rakor ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses air bersih secara optimal, khususnya di wilayah terdampak,” ujar Anggiat.

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kabid Kawasan Permukiman Boima Tambunan, Kepala UPT SPAM Nansen Manalu, perwakilan Bappelitbangda Novaria Tobing, serta konsultan perencana Ir. Tunggul P. Simanjuntak.

Selain fokus pada rehabilitasi di Kecamatan Pakkat, Pemkab Humbahas juga memaparkan rencana pembangunan air baku di Kecamatan Lintongnihuta. Program ini ditujukan untuk mengatasi krisis air minum di sejumlah desa, yakni Nagasaribu I hingga Nagasaribu V, yang selama ini masuk kategori daerah rawan air bersih.

Perwakilan Direktorat Air Tanah dan Air Baku Kementerian Pekerjaan Umum, Angga Primahesa, bersama jajaran BBWS Sumatera II menekankan pentingnya kelengkapan dokumen pendukung. Mereka meminta agar Pemkab Humbahas segera menyiapkan dokumen Readiness Criteria serta memastikan kesiapan lahan agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai target.

“Dokumen kesiapan dan status lahan menjadi faktor kunci dalam percepatan pelaksanaan program, baik untuk rehabilitasi maupun pembangunan baru,” ujar perwakilan BBWS.

Dalam pemaparannya, BBWS Sumatera II menyampaikan bahwa rehabilitasi air baku di Kecamatan Pakkat direncanakan mulai dilaksanakan pada tahun 2026. Sementara itu, pembangunan air baku di Kecamatan Lintongnihuta ditargetkan terealisasi pada tahun 2027.

Melalui langkah ini, Pemkab Humbahas berharap upaya pemulihan pasca bencana dapat berjalan efektif sekaligus meningkatkan ketahanan layanan air bersih di masa mendatang, terutama bagi masyarakat di wilayah rawan krisis air. (PS/B.Nababan) 

Komentar Anda

Terkini: