Polres Taput–Bandara Silangit Gagalkan Pengiriman 2 Kg Sabu, Dua Pelaku Asal Samarinda Diamankan

/ Sabtu, 11 April 2026 / 10.02.00 WIB

 

POSKOTASUMATERA.COM-TAPUT Sinergi antara Satuan Reserse Narkoba Polres Tapanuli Utara (Taput) dan petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Internasional Sisingamangaraja XII Silangit kembali membuahkan hasil. Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat lebih dari 2 kilogram berhasil digagalkan, dan dua orang pelaku diamankan.

Petugas berhasil menggagalkan pengiriman narkotika jenis sabu dengan berat kotor 2.045 gram yang disembunyikan dalam tas milik pelaku. Dua pelaku yang diamankan yakni:I als Yani (63), MAA als Ali (38). Keduanya merupakan warga Samarinda, Kalimantan Timur. "Penangkapan terjadi pada Jumat, 10 April 2026, sekitar pukul 15.00 WIB.

Lokasi penangkapan berada di Bandara Internasional Sisingamangaraja XII Silangit, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, saat pelaku hendak melakukan penerbangan menuju Samarinda dengan transit di Jakarta.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui sabu tersebut akan dibawa ke Samarinda untuk diedarkan kembali. Kedua pelaku mengaku membeli barang haram tersebut dari seseorang berinisial A dengan nilai transaksi mencapai Rp280 juta.

Pengungkapan kasus ini berawal dari kecurigaan petugas Avsec terhadap tas bawaan pelaku saat proses check-in. Tas tersebut kemudian diamankan dan dilakukan koordinasi dengan pihak kepolisian bandara.

Selanjutnya, kedua pelaku yang berada di ruang tunggu dipanggil ke ruang pemeriksaan khusus. Saat tas dibuka, ditemukan sabu yang dibungkus rapi menggunakan plastik dan dilapisi kain guna mengelabui petugas.

Setelah dilakukan interogasi awal, keduanya mengakui bahwa narkotika tersebut adalah milik mereka. Petugas kemudian langsung mengamankan pelaku dan membawa mereka ke Polres Taput untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Taput melalui Kasi Humas Aiptu W. Baringbing membenarkan penangkapan tersebut. Saat ini, kedua pelaku masih menjalani proses penyidikan intensif.

Polisi juga terus melakukan pengembangan untuk memburu pemasok utama berinisial A yang diduga bagian dari jaringan peredaran narkotika lintas daerah. (PS/B.Nababan)


Komentar Anda

Terkini: