Ratusan IHAMI Tabagsel Ikuti Sosialisasi Ranperda dan Milad ke-3, Hangatkan Solidaritas dan Harapan Ekonomi Warga

/ Minggu, 05 April 2026 / 21.35.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM – PADANGSIDIMPUAN — Suasana Aula SMK Negeri 2 Padangsidimpuan, Minggu (5/4/2026), terasa lebih hidup dari biasanya. Ratusan anggota Ikatan Harianja Muslim Indonesia (IHAMI) wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) berkumpul dalam satu semangat: merayakan Milad ke-3 sekaligus mengikuti sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang perlindungan dan pengembangan koperasi, UMKM, serta industri kecil dan menengah yang dilaksanakan Anggota DPRD  Prov. Sumatera Utara.


Namun, kegiatan ini bukan sekadar seremoni ulang tahun. Di balik balutan kebersamaan, terselip harapan besar masyarakat akar rumput terhadap masa depan ekonomi yang lebih kuat dan berdaya. Dengan mengusung tema “Pengukuhan Punguan, Memperluas Manfaat”, IHAMI menghadirkan ruang dialog yang menyentuh langsung kebutuhan riil anggotanya—mulai dari akses usaha hingga perlindungan kebijakan.


Kehadiran Abdul Rahim Siregar ST MT Anggota DPRD Provinsi  Sumatera Utara  dari PKS dan perwakilan Pemerintah Kota Padangsidimpuan melalui Ali Imran Harahap yang mewakili Walikota Letnan Dalimunthe memberi warna tersendiri. Bagi para peserta, kehadiran para pemangku kebijakan ini bukan hanya simbol, melainkan bentuk nyata perhatian terhadap denyut ekonomi masyarakat kecil.


Dalam penyampaiannya, Abdul Rahim Siregar berbicara dengan bahasa yang mudah dipahami. Ia menegaskan bahwa Ranperda tersebut diharapkan menjadi “payung” yang melindungi pelaku usaha kecil dari berbagai tekanan, sekaligus membuka peluang baru—terutama dalam hal pembiayaan dan pemasaran. Bagi banyak peserta, penjelasan ini terasa dekat dengan realitas mereka sehari-hari. 


Di sisi lain, Ketua Panitia Wallim Harianja M.Pd T menyampaikan bahwa keberhasilan acara ini adalah buah dari gotong royong seluruh anggota. Ia melihat antusiasme yang tinggi sebagai bukti bahwa IHAMI bukan sekadar organisasi, tetapi rumah bersama yang mengikat anggotanya dalam solidaritas yang kuat.


Ketua Umum Koddis Harianja S.Pd  menegaskan bahwa dalam tiga tahun perjalanan, IHAMI telah tumbuh menjadi wadah yang tidak hanya menjaga nilai keagamaan dan budaya, tetapi juga mulai bergerak ke arah pemberdayaan ekonomi. Ia berharap, ke depan, setiap anggota tidak hanya merasa memiliki komunitas, tetapi juga merasakan manfaat nyata dalam peningkatan kesejahteraan.


Momen paling menghangatkan terjadi ketika yel-yel khas “Harianja Au do ho, hodo au” bergema memenuhi ruangan. Suara yang kompak dan penuh emosi itu bukan sekadar seruan, melainkan cerminan ikatan batin yang kuat. Di tengah tantangan hidup, rasa memiliki seperti ini menjadi energi sosial yang tak ternilai.


Tak kalah menarik, penampilan tortor dari kaum ibu IHAMI menghadirkan sentuhan budaya yang menyentuh. Gerakan yang selaras dengan irama tradisional seolah menjadi pengingat bahwa di tengah modernisasi, identitas budaya tetap hidup dan dijaga.


Kegiatan kemudian ditutup dengan dialog interaktif yang berlangsung hangat. Para peserta tak ragu menyampaikan pertanyaan dan harapan mereka secara langsung. Dari ruang sederhana itu, terbangun optimisme bahwa kolaborasi antara masyarakat, Legislataf dan pemerintah dapat menjadi jalan menuju penguatan ekonomi berbasis komunitas—yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga berkelanjutan.(PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: