POSKOTASUMATERA.COM | HUMBAHAS – Di tengah padatnya tugas sebagai Kasat Reskrim Polres Humbang Hasundutan dalam mengungkap berbagai kasus kriminal, AKP Hitler Hutagalung, S.H., M.H., menunjukkan dedikasi yang tidak hanya berfokus pada penegakan hukum.
Perwira Polri tersebut juga dikenal sebagai sosok yang konsisten menggerakkan upaya pelestarian lingkungan melalui program pengelolaan sampah plastik yang berdampak langsung bagi masyarakat dan kelestarian kawasan Danau Toba.
Komitmen itu lahir dari keprihatinannya terhadap meningkatnya volume sampah plastik yang berpotensi mencemari lingkungan, khususnya di wilayah sekitar Danau Toba yang merupakan salah satu destinasi pariwisata prioritas nasional.
"Menurutnya, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan melalui imbauan semata, tetapi membutuhkan aksi nyata dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Berangkat dari pemikiran tersebut, AKP Hitler Hutagalung melakukan berbagai upaya untuk mempelajari sistem pengelolaan limbah plastik yang efektif. Ia bahkan mendatangi sejumlah praktisi daur ulang guna memahami proses pengolahan sampah dari tahap pengumpulan hingga menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Hasil pembelajaran tersebut kemudian diwujudkan melalui sebuah gerakan berbasis masyarakat yang dikenal dengan nama Aksi Kelola Sampah Kita (AKSATA). Program yang mulai berjalan sejak Oktober 2024 itu berfokus pada pengumpulan, pemilahan, serta pencacahan sampah botol plastik agar dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku industri daur ulang.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat didorong untuk mengumpulkan sampah plastik yang kemudian dibeli dengan harga tertentu. Langkah ini tidak hanya membantu mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga yang terlibat.
Proses pengolahan dilakukan secara bertahap mulai dari pemilahan hingga pencacahan sehingga menghasilkan material plastik yang siap dipasarkan kembali.
Melalui konsep ekonomi sirkular tersebut, sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diubah menjadi komoditas yang memiliki manfaat ekonomi.
“Kita tidak bisa hanya menunggu orang lain bergerak. Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama dan harus dimulai dari diri sendiri serta lingkungan terdekat,” ungkap AKP Hitler Hutagalung.
Tidak berhenti pada aspek lingkungan, AKP Hitler Hutagalung juga berupaya menanamkan kesadaran kepada generasi muda mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah secara bijak.
Melalui konsep yang ia sebut sebagai “Duit Ajar”, anak-anak diajak memahami bahwa sampah yang dikelola dengan benar dapat memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi sarana pembelajaran tentang tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan.
Program tersebut turut diterapkan dalam kehidupan keluarganya. Kedua putrinya dilibatkan dalam kegiatan memilah sampah rumah tangga sebagai bentuk pendidikan karakter sejak dini. Menurutnya, perubahan besar selalu diawali dari lingkungan keluarga sebelum diterapkan secara luas di tengah masyarakat.
Meski kini mengemban amanah sebagai Kasat Reskrim Polres Humbang Hasundutan dengan tanggung jawab yang semakin besar dalam bidang penegakan hukum, gerakan pengelolaan sampah yang dirintisnya tetap berjalan dan berkembang.
Kegiatan pengumpulan serta pengolahan sampah plastik kini mulai melibatkan masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Muara dan Siborongborong.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan karena dinilai mampu mengintegrasikan kepedulian lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat. Selain membantu mengurangi pencemaran, program itu juga membuka peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan limbah plastik yang selama ini belum tergarap secara optimal.
Bagi AKP Hitler Hutagalung, menjaga kelestarian lingkungan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi mendatang. Terlebih kawasan Danau Toba sebagai aset wisata nasional membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama agar tetap terjaga keindahan serta keberlanjutannya.
Ia berharap gerakan yang telah dibangun dapat terus berkembang dengan dukungan berbagai pihak, baik pemerintah, komunitas, dunia usaha maupun masyarakat luas.
Dengan kolaborasi yang kuat, pengelolaan sampah plastik tidak hanya berhenti pada proses pencacahan, tetapi dapat berkembang menjadi industri kreatif berbasis daur ulang yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah.
Konsistensi AKP Hitler Hutagalung dalam menjalankan tugas sebagai penegak hukum sekaligus penggerak pelestarian lingkungan menjadi bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk.
Di satu sisi ia berada di garis depan memberantas tindak kejahatan, sementara di sisi lain ia aktif membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga bumi melalui gerakan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Sosoknya menjadi contoh bahwa kepemimpinan tidak hanya diukur dari jabatan yang diemban, tetapi juga dari kontribusi nyata yang mampu menghadirkan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan masa depan kawasan Danau Toba. (PS/B.Nababan)
