POSKOTASUMATERA.COM – PADANGSIDIMPUAN – Kondisi gedung Kantor DPRD Kota Padangsidimpuan menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah bagian atap asbes terlihat berlubang dan mengalami kerusakan, sementara dinding bangunan tampak dipenuhi lumut akibat faktor usia dan paparan cuaca yang berlangsung dalam waktu lama. Kondisi tersebut dinilai mengurangi kenyamanan sekaligus estetika salah satu fasilitas publik penting di kota itu.
Menurut pengamatan warga, kerusakan pada atap berpotensi menimbulkan kebocoran saat musim hujan. Selain mengganggu aktivitas di dalam gedung, kebocoran yang terus terjadi dapat mempercepat kerusakan struktur bangunan apabila tidak segera ditangani melalui pemeliharaan dan renovasi yang terencana. Dalam ilmu konstruksi bangunan, perawatan berkala menjadi faktor penting untuk menjaga umur teknis suatu gedung agar tetap aman dan layak digunakan.
Keberadaan lumut pada dinding juga menjadi indikator tingginya tingkat kelembapan pada permukaan bangunan. Secara ilmiah, pertumbuhan lumut umumnya dipicu oleh kondisi lingkungan yang lembap, kurangnya paparan sinar matahari langsung, serta minimnya perawatan terhadap lapisan cat dan dinding. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat menyebabkan penurunan kualitas material bangunan.
Sejumlah masyarakat berharap pemerintah Kota Padangsidimpuan memberikan perhatian serius terhadap kondisi gedung DPRD yang merupakan simbol lembaga perwakilan rakyat. Menurut mereka, bangunan publik yang menjadi pusat aktivitas pemerintahan seharusnya mendapatkan pemeliharaan yang memadai agar mencerminkan tata kelola pemerintahan yang baik dan profesional.
Selain aspek estetika, renovasi juga dinilai penting dari sisi keselamatan dan kenyamanan kerja. Gedung yang terawat dengan baik dapat mendukung produktivitas pegawai, anggota dewan, maupun masyarakat yang datang untuk menyampaikan aspirasi. Lingkungan kerja yang sehat dan aman merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kualitas pelayanan publik.
Masyarakat menilai bahwa renovasi tidak harus dilakukan secara menyeluruh dalam waktu singkat, namun dapat dimulai dengan perbaikan bagian-bagian yang mengalami kerusakan paling mendesak, seperti penggantian asbes yang berlubang, pembersihan lumut, serta pengecatan ulang dinding. Langkah tersebut diyakini mampu memperpanjang usia bangunan sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna gedung.
Dengan kondisi yang ada saat ini, warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat segera melakukan kajian teknis terhadap gedung DPRD Kota Padangsidimpuan. Melalui perencanaan renovasi yang tepat dan berbasis kebutuhan, bangunan tersebut diharapkan kembali tampil representatif, aman, dan mampu mendukung pelaksanaan fungsi pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat secara optimal.(PS/BERMAWI)


