Birrul Walidain dapat Menggetarkan Pintu Langit Lewat Senyuman Orang Tua

/ Jumat, 05 Juni 2026 / 11.29.00 WIB
Birrul Walidain atau Berbakti kepada kedua orang tua 

Hikmah Jum’at 5 Juni 2026


Saat ini kita berada di bulan yang mulia, bulan di mana setiap amal kebaikan dilipatgandakan, dan setiap doa rindu untuk dikabulkan. Di antara sekian banyak pintu surga yang dibuka, ada satu pintu yang paling dekat, paling lebar, dan paling indah di dalam rumah kita masing-masing. Pintu itu bernama: Kedua Orang Tua Kita.


Bakti kepada orang tua, atau Birrul Walidain, bukanlah sekadar kewajiban moral atau adat ketimuran. la adalah ibadah agung yang Allah sejajarkan langsung dengan hak ketauhidan-Nya. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an, Surat Al-Isra ayat 23:


"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia."


Jamaah yang dirahmati Allah, Pernahkah kita merasa, mengapa hidup kita terasa gersang? Mengapa rezeki yang kita kejar siang dan malam mengalir begitu saja tanpa bekas? Mengapa rumah tangga kita sering dilanda kegelisahan, padahal secara materi berkecukupan? Mari kita renungkan bersama, kapan terakhir kali kita melihat wajah ibu kita dan membuatnya tersenyum? Kapan terakhir kali kita mencium tangan ayah kita dan meminta ridhanya?


Jangan-jangan, sumbatan rezeki kita bukan karena kurangnya kerja keras, melainkan karena ada air mata ibu yang menetes akibat lisan kita. Jangan-jangan, ketidakbahagiaan kita hari ini adalah akibat dari hati ayah yang terluka oleh sikap kita.


Rasulullah SAW bersabda:


"Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua." (HR. Tirmidzi)


Bagaimana mungkin langit akan menurunkan keberkahan rezeki kepada kita, jika manusia yang paling berjasa dalam hidup kita justru kita abaikan?


Jika kita menginginkan umur yang berkah dan rezeki yang melimpah, kuncinya sangat mudah dan ada di depan mata. Rasulullah SAW memberikan resep yang sangat indah:


مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُمَدَّ لَهُ فِي عُمْرِهِ، وَيُزَادَ فِي رِزْقِهِ، فَلْيَبَرَّ وَالِدَيْهِ، وَلْيَصِلُ رَحِمَهُ


"Siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezekinya, maka hendaklah ia berbakti kepada kedua orang tuanya dan menyambung silaturahmi." (HR. Ahmad)



Seorang ulama besar, Imam Hasan Al-Basri, pernah ditanya tentang apa itu Birrul Walidain. Beliau menjawab dengan sangat menyentuh hati:


"Birrul Walidain adalah engkau mencurahkan semua yang engkau miliki untuk keduanya, dan engkau menaati mereka selama bukan dalam maksiat kepada Allah, serta engkau tidak memandang mereka dengan pandangan yang tajam."


Bayangkan, saudaraku sekalian. Hanya dengan memandang orang tua kita dengan pandangan kasih sayang, itu sudah dinilai ibadah.


Sufyan ats-Tsauri, seorang ulama zuhud, juga pernah berkata:


"Jika engkau memiliki orang tua yang sudah tua renta, maka sesungguhnya engkau sedang memiliki 'harta karun' di rumahmu. Jangan engkau sia-siakan, karena jika mereka wafat, tertutuplah salah satu pintu surga terbaikmu


Mari kita bayangkan wajah ibu kita. Beliau yang mengandung kita dalam kepayahan di atas kepayahan. Beliau yang bertaruh nyawa saat melahirkan kita. Ketika kita sakit di waktu kecil, ibulah yang berjaga semalaman suntuk, menangis di hadapan Allah, "Ya Allah, pindahkan saja sakit anakku ini kepadaku, jangan biarkan dia menderita." 


Lalu lihatlah ayah kita. Kulitnya yang mulai keriput, rambutnya yang memutih, dan badannya yang mulai membungkuk. Buatlah mereka selalu tersenyum di sisa sisa hidup mereka, sebab senyum mereka menggetarkan pintu pintu langit, dan keberkahan hidup kita akan terasa di sepanjang masa dan diakhirat nanti, semoga bermanfaat.

Komentar Anda

Terkini: