POSKOTASUMATRA.COM | ACEH TENGGARA – Pondok Pesantren Darul Hijrah Al-Aziziyyah, Desa Terutung Megara Asli, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, menggelar kegiatan Tes Seleksi Santri Baru Tahun Ajaran 2026/2027, Minggu (14/6/2026).
Kegiatan seleksi ini diikuti oleh 122 calon santri dan santriwati. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari jumlah pendaftar sebelumnya yang tercatat sebanyak 112 orang, dengan tambahan 10 peserta yang mendaftar menjelang pelaksanaan tes.
Panitia menyampaikan bahwa pelaksanaan seleksi bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan dasar calon santri sebelum mengikuti proses pendidikan di lingkungan pesantren.
"Tes ini bertujuan untuk mengetahui batas kemampuan dan kompetensi awal anak-anak, sehingga nantinya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam proses pembinaan dan pendidikan di pesantren," ujar salah satu panitia pelaksana.
Adapun materi seleksi yang diujikan meliputi tes membaca Al-Qur'an, membaca tulisan latin, ujian tertulis, serta wawancara langsung dengan para penguji.
Dalam sesi wawancara, para peserta diberikan sejumlah pertanyaan untuk menggali motivasi, kesiapan mental, serta kemampuan keagamaan mereka. Beberapa pertanyaan yang diajukan antara lain:
* Apa alasan utama kamu ingin masuk dan belajar di pesantren ini?
* Apa cita-citamu, dan menurutmu belajar di pesantren bisa membantu mencapainya?
* Di pesantren nanti kamu harus bangun sangat pagi, sekitar pukul 04.00 WIB, dan mandi air dingin. Bagaimana perasaanmu tentang hal itu?
* Sejauh mana kemampuan membaca Al-Qur'an yang kamu miliki, apakah sudah memahami tajwid atau belum?
* Berapa perkiraan hafalan Al-Qur'an yang sudah kamu kuasai saat ini?
Pengasuh dan pengajar Pondok Pesantren Darul Hijrah Al-Aziziyyah, Ustaz Kadri, mengatakan bahwa proses seleksi bukan semata-mata untuk mencari peserta yang paling unggul, melainkan untuk mengetahui kemampuan awal calon santri agar proses pembelajaran nantinya dapat berjalan lebih efektif.
"Melalui tes ini kita ingin mengetahui kemampuan dasar masing-masing anak, baik dalam membaca Al-Qur'an, kemampuan akademik, maupun kesiapan mereka untuk mengikuti kehidupan di pesantren. Hasil seleksi ini akan menjadi dasar bagi kami dalam memberikan pembinaan yang tepat kepada para santri," ujar Ustaz Kadri.
Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Pondok Pesantren Darul Hijrah Al-Aziziyyah.
Dengan meningkatnya jumlah peserta seleksi tahun ini, pihak pesantren berharap dapat terus melahirkan generasi muda yang berakhlak mulia, berilmu, serta mampu menjadi penerus bangsa yang berlandaskan nilai-nilai Islam. (PS/ASP)

