POSKOTASUMATERA.COM – HUMBAHAS,- Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH, MH, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dalam mewujudkan daerah yang bersih, sehat, dan bebas dari perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS).
Komitmen tersebut disampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Kabupaten Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS) yang berlangsung di Ruang Rapat Perkantoran Bukit Inspirasi, Doloksanggul, Jumat (5/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Bupati menegaskan bahwa perang melawan BABS merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Humbang Hasundutan.
Menurutnya, perilaku BABS tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa.
"Buang Air Besar Sembarangan bukan hanya mencemari lingkungan, tetapi juga mencuri kesehatan dan kecerdasan anak-anak kita. Sanitasi yang buruk merupakan salah satu faktor utama penyebab stunting. Karena itu, persoalan ini harus ditangani secara cepat, sistematis, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat," tegas Bupati.
Bupati Oloan Paniaran Nababan juga menekankan bahwa perilaku BABS tidak sejalan dengan nilai-nilai budaya masyarakat Batak yang menjunjung tinggi kebersihan, kesehatan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Selain itu, kebiasaan tersebut juga bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan yang selama ini menjadi pedoman hidup masyarakat Humbang Hasundutan.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat tersebut, masih terdapat 572 keluarga di Kabupaten Humbang Hasundutan yang melakukan praktik BABS. Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan untuk segera dituntaskan melalui kerja sama lintas sektor dan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.
Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, Bupati memerintahkan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, kepala UPTD puskesmas, kepala desa, dan lurah agar bergerak cepat melakukan pendataan, pendampingan, edukasi, serta berbagai langkah strategis guna memastikan seluruh keluarga memiliki akses terhadap sanitasi yang layak.
"Saya perintahkan seluruh pimpinan OPD, camat, kepala desa, dan lurah untuk bergerak cepat dan bekerja secara sistematis menuntaskan 572 keluarga yang masih melakukan BABS. Kita harus memastikan tahun 2026 Kabupaten Humbang Hasundutan benar-benar bebas dari perilaku Buang Air Besar Sembarangan," ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk membangun kesadaran bersama bahwa sanitasi yang baik merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan keluarga dan masa depan anak-anak.
Menurutnya, keberhasilan mewujudkan Kabupaten Stop BABS tidak hanya menjadi indikator keberhasilan pembangunan kesehatan, tetapi juga mencerminkan meningkatnya kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Humbang Hasundutan, Alexander Gultom, dalam laporannya menyampaikan bahwa rapat koordinasi tersebut bertujuan menyusun rencana aksi lintas sektor antara pemerintah daerah, kecamatan, dan desa dalam rangka mewujudkan Kabupaten Humbang Hasundutan Stop BABS sebagai implementasi Pilar Pertama Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Program tersebut diharapkan mampu memutus rantai penyebaran penyakit berbasis lingkungan, meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta menciptakan kondisi sanitasi yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Humbang Hasundutan.
Rapat koordinasi ini diikuti sebanyak 48 peserta yang terdiri dari Ketua TP PKK Kabupaten Humbang Hasundutan, para asisten dan pimpinan OPD, para camat, kepala UPTD puskesmas, kepala desa, serta lurah se-Kabupaten Humbang Hasundutan.
Melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan dan dukungan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan optimistis target Kabupaten Stop BABS Tahun 2026 dapat tercapai.
Keberhasilan program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, serta mendukung lahirnya generasi Humbang Hasundutan yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan. (PS/B.Nababan)
