![]() |
| Ajang silaturahmi |H.TANTAWI |
POSKOTASUMATRA.COM|LHOKSEUMAWE—Anggota DPRA, H. Tantawi, menggelar kegiatan Reses II sekaligus silaturahmi bersama mahasiswa UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana dialogis, di mana mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait persoalan daerah, mulai dari pengangguran hingga pengelolaan sumber daya alam di Aceh.
Dalam sambutannya, H. Tantawi menekankan pentingnya membangun relasi dan jaringan bagi mahasiswa sebagai bekal menghadapi masa depan.
“Relasi itu sangat penting bagi mahasiswa. Saya bekerja keras untuk kepentingan mahasiswa dan generasi muda. Kalian adalah calon pemimpin masa depan yang akan melanjutkan pembangunan daerah ini,” ujar H. Tantawi.
Ia juga mengaku bangga melihat antusiasme mahasiswa yang hadir dan aktif berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Aceh saat ini.
![]() |
| Foto Bersama Mahasiswa Uin SULTANAH NAHRASIAH |
Pada sesi dialog, Ketua SEMA-U, Rafika, menanyakan langkah yang dapat dilakukan pemerintah dalam mengatasi tingginya angka pengangguran di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.
Sementara itu, Ketua DEMA FUAD, M. Irfan, mempertanyakan pengelolaan sumber daya alam Aceh yang dinilai belum mampu memberikan dampak maksimal bagi kesejahteraan masyarakat. Ia juga menanyakan di mana letak permasalahan yang menyebabkan kondisi tersebut terjadi.
Menanggapi hal itu, H. Tantawi menjelaskan bahwa pasca konflik Aceh, banyak perusahaan yang beroperasi di wilayah Lhokseumawe. Namun, menurutnya, kebutuhan tenaga kerja yang memiliki keterampilan khusus menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi.
“Pasca konflik, banyak perusahaan di daerah kita. Namun, perusahaan tentu membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keahlian dan keterampilan tertentu. Karena itu, peningkatan kualitas SDM sangat penting,” katanya.
Terkait sumber daya alam, H. Tantawi menyampaikan bahwa cadangan minyak dan gas masih tersedia dan saat ini dikelola oleh BUMN melalui Pertamina. Selain itu, Aceh juga memiliki potensi sumber daya mineral yang besar.
“Kita memiliki kekayaan alam yang melimpah. Minyak masih ada dan dikelola oleh Pertamina. Kita juga memiliki potensi emas yang besar di beberapa wilayah Aceh. Potensi ini harus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, H. Tantawi juga mengenang masa kejayaan Lhokseumawe yang pernah dikenal sebagai kota industri dan dijuluki sebagai daerah “petrodolar” karena kemajuan ekonominya pada masa lalu.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pembangunan daerah, termasuk mendukung program-program yang dijalankan oleh Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti, demi kemajuan kota tersebut.
Namun dalam dialog tersebut, M. Irfan menyampaikan pandangannya terkait penyerapan tenaga kerja di kawasan industri Arun. Menurutnya, masyarakat lokal masih belum mendapatkan kesempatan kerja yang maksimal sehingga perlu adanya perhatian lebih dari pemerintah dan pihak perusahaan.
Menanggapi hal tersebut, H. Tantawi menegaskan bahwa apabila ditemukan ketidakadilan dalam kesempatan kerja bagi masyarakat lokal, maka hal itu harus menjadi perhatian bersama dan akan diperjuangkan melalui jalur yang ada.
Selain membahas persoalan ketenagakerjaan, H. Tantawi juga mengapresiasi peran aktif mahasiswa dalam menyuarakan aspirasi masyarakat, termasuk saat memperjuangkan berbagai isu sosial dan lingkungan di Aceh.
Menutup kegiatan tersebut, H. Tantawi memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar terus berjuang, kritis terhadap persoalan masyarakat, dan tidak mudah menyerah dalam memperjuangkan kebenaran.
“Jangan mundur. Teruslah berjuang. Mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat dan daerah,” pungkasnya.(PS|IMAM)

