Kepala SMKN 1 Batangtoru Ikuti Finalisasi Kurikulum Kebencanaan 2026, Membawa Semangat Membangun Generasi Tangguh dari Daerah

/ Minggu, 14 Juni 2026 / 11.22.00 WIB

Kepala SMKN 1 Batang Toru Hamonagan Harahap MA

POSKOTASUMATERA.COM – JAKARTA – Di balik kesibukan ruang-ruang pertemuan di Hotel Mercure Jakarta Batavia, tersimpan harapan besar bagi masa depan pendidikan Indonesia. Salah satu sosok yang hadir membawa semangat itu adalah Kepala SMKN 1 Batangtoru, Hamonangan Harahap, MA yang mendapat kehormatan mengikuti Finalisasi Model Kurikulum Satuan Pendidikan Kebencanaan Tahun 2026.


 Kehadirannya bukan sekadar memenuhi undangan pemerintah, tetapi menjadi representasi tekad sekolah di daerah untuk menghadirkan pendidikan yang mampu melindungi sekaligus mempersiapkan peserta didik menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Selama tiga hari, 14–16 Juni 2026, para kepala sekolah, akademisi, dan penyusun kebijakan dari berbagai wilayah Indonesia duduk bersama merumuskan kurikulum yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membangun karakter peserta didik yang tangguh terhadap bencana. Di tengah meningkatnya ancaman gempa bumi, banjir, tanah longsor, hingga tsunami, pendidikan kebencanaan dipandang sebagai investasi penting untuk menyelamatkan generasi masa depan melalui pengetahuan, keterampilan, dan budaya kesiapsiagaan.

Bagi Hamonangan Harahap, keterlibatan dalam forum nasional ini menjadi amanah yang sangat berarti. Belaiu meyakini bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang membentuk karakter, kepedulian, dan kemampuan peserta didik dalam menghadapi situasi darurat. Nilai-nilai tersebut menjadi semakin relevan bagi daerah-daerah yang memiliki potensi risiko bencana tinggi.


Keikutsertaan SMKN 1 Batangtoru dalam penyusunan kurikulum nasional ini sekaligus menunjukkan bahwa sekolah di daerah mampu berkontribusi terhadap lahirnya kebijakan pendidikan yang lebih inklusif dan kontekstual. Pengalaman lapangan yang dimiliki para kepala sekolah menjadi masukan berharga agar kurikulum benar-benar sesuai dengan kondisi geografis, sosial, dan budaya masyarakat Indonesia yang sangat beragam.


Selain membahas penyempurnaan dokumen kurikulum, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi praktik baik dalam membangun sekolah aman bencana. Diskusi yang berlangsung menghadirkan berbagai inovasi pembelajaran, mulai dari simulasi evakuasi, penguatan literasi kebencanaan, hingga kolaborasi antara sekolah, pemerintah daerah, dan masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya mitigasi bencana.


Momentum ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SMKN 1 Batangtoru. Kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat kepada kepala sekolah mereka menjadi bukti bahwa dedikasi, komitmen, dan kualitas kepemimpinan di daerah mendapat pengakuan di tingkat nasional. Lebih dari itu, hasil forum ini nantinya akan dibawa pulang untuk diterapkan dalam proses pembelajaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para guru dan peserta didik.


Melalui partisipasi aktif dalam Finalisasi Model Kurikulum Satuan Pendidikan Kebencanaan Tahun 2026, Hamonangan Harahap membawa pulang bukan hanya dokumen kebijakan, tetapi juga harapan baru. Harapan agar setiap anak Indonesia tumbuh menjadi generasi yang cerdas, peduli, berkarakter, dan siap menghadapi berbagai tantangan masa depan. Dari Batangtoru menuju Jakarta, langkah kecil itu menjadi bagian dari ikhtiar besar membangun bangsa yang lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan. (PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: