POSKOTASUMATERA.COM – TAPANULI SELATAN – Panen kacang panjang yang dilakukan siswa-siswi Kelas X Program Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) SMK Negeri 1 Muara Batangtoru pada Selasa (9/6/2026) menjadi bukti nyata keberhasilan penerapan pembelajaran berbasis praktik di lingkungan sekolah vokasi. Kegiatan tersebut menunjukkan bagaimana peserta didik tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu pertanian secara langsung di lapangan.
Panen yang berlangsung di lahan praktik sekolah itu merupakan hasil dari proses budidaya yang dilakukan secara terencana sejak tahap persiapan lahan, penyemaian benih, pemeliharaan tanaman, hingga masa panen. Melalui kegiatan tersebut, siswa memperoleh pengalaman nyata mengenai teknik budidaya hortikultura yang sesuai dengan prinsip-prinsip agronomi modern dan pertanian berkelanjutan.
Kepala SMK Negeri 1 Muara Batangtoru, Dr. Siti Mastoh Sinaga, S.Pd., M.Pd., didampingi Guru Produktif ATPH, Rini Nasution, S.P., menyampaikan bahwa kegiatan panen ini merupakan bagian dari implementasi kurikulum vokasi yang menekankan keseimbangan antara kompetensi akademik dan keterampilan kerja. Menurutnya, pengalaman praktik lapangan sangat penting untuk membentuk lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia usaha dan dunia industri di sektor pertanian.
Secara ilmiah, budidaya kacang panjang memiliki nilai edukatif yang tinggi karena melibatkan pemahaman mengenai kesuburan tanah, kebutuhan unsur hara, pengendalian hama dan penyakit, serta manajemen irigasi yang tepat. Melalui proses tersebut, siswa belajar memahami hubungan antara faktor lingkungan dan produktivitas tanaman, sehingga mampu mengembangkan pola pikir analitis dalam memecahkan berbagai permasalahan pertanian.
Selain meningkatkan kompetensi teknis, kegiatan panen juga menanamkan nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama tim, dan ketekunan. Siswa diajarkan bahwa keberhasilan produksi pertanian tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui proses yang membutuhkan perencanaan, pemeliharaan, dan evaluasi yang berkelanjutan. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi penting dalam membentuk sumber daya manusia pertanian yang unggul.
Guru Produktif ATPH, Rini Nasution, S.P., menjelaskan bahwa keterlibatan siswa secara langsung dalam seluruh tahapan budidaya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan praktis sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Hasil panen yang diperoleh menjadi media pembelajaran untuk memahami aspek produksi, kualitas hasil, hingga potensi pemasaran produk hortikultura yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Keberhasilan panen kacang panjang ini menjadi cerminan komitmen SMK Negeri 1 Muara Batangtoru dalam mencetak generasi muda yang kompeten di bidang agribisnis. Melalui pembelajaran yang terintegrasi antara teori dan praktik, sekolah berharap mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha pertanian modern yang inovatif serta berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Tapanuli Selatan.(PS/BERMAWI)

