POSKOTASUMATRA.COM | ACEH TENGGARA – Pascabanjir yang melanda wilayah Aceh Tenggara pada Kamis malam (25/6/2026) sekitar pukul 22.00 WIB, personel Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Aceh Tenggara bergerak cepat melakukan pembersihan Masjid Nurul Huda di Desa Kuta Lesung, Kecamatan Lawe Sumur, yang dipenuhi lumpur akibat luapan banjir.
Sejak Sabtu pagi, armada mobil pemadam bersama personel Damkar diterjunkan ke lokasi untuk membersihkan lumpur yang menggenangi halaman hingga bagian dalam masjid agar kembali layak digunakan masyarakat untuk melaksanakan ibadah.
Pembersihan dilakukan menggunakan pompa bertekanan tinggi dan peralatan pendukung lainnya. Lumpur yang terbawa arus banjir disemprot dan diangkat secara bergotong royong bersama warga setempat.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Aceh Tenggara, Sazali, SE, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas kemanusiaan Damkar dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
"Begitu mendapat informasi kondisi Masjid Nurul Huda dipenuhi lumpur pascabanjir, kami langsung mengerahkan personel dan armada ke lokasi. Rumah ibadah merupakan fasilitas yang harus segera dipulihkan agar masyarakat dapat kembali melaksanakan ibadah dengan nyaman," ujar Sazali kepada Poskotasumatra.com, Jumat (26/06/2026).
Menurutnya, peran Damkar tidak hanya sebatas penanganan kebakaran, tetapi juga hadir dalam setiap kondisi darurat yang membutuhkan bantuan cepat, termasuk saat terjadi bencana banjir.
"Kami berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Penanganan pascabencana merupakan bagian dari pelayanan kemanusiaan yang menjadi tanggung jawab kami. Semoga apa yang kami lakukan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak," tambahnya.
Selain membersihkan area masjid, personel Damkar juga membantu membersihkan saluran air di sekitar lokasi agar sisa lumpur tidak kembali menghambat aliran air apabila hujan kembali turun.
Aksi cepat Damkar Aceh Tenggara mendapat apresiasi dari masyarakat Desa Kuta Lesung. Warga menilai kehadiran petugas sangat membantu mempercepat proses pemulihan lingkungan pascabanjir sehingga aktivitas ibadah dapat kembali berlangsung dengan normal.
Dengan semangat gotong royong antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan proses pemulihan dampak banjir di berbagai titik di Aceh Tenggara dapat segera selesai dan kehidupan warga kembali berjalan seperti sediakala. (PS/ASP)

