![]() |
| Foto :Wakil Ketua JPKP Deli Serdang Pujian Tarigan saat meninjau proyek irigasi layang di Dasa Tiga Juhar. |
POSKOTASUMATERA.COM-DELISERDANG-Proyek irigasi di Desa Tiga Juhar Kecamatan STM Hulu Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara menjadi sorotan dan disebut "seluncuran monyet" karena dianggap proyek gagal tanpa perencanaan jelas.
Pasalnya, setelah selesai dikerjakan pada akhir tahun 2025 lalu, irigasi layang senilai ratusan juta tersebut sampai saat ini tidak dapat difungsikan.
Warga setempat yang melihat jaringan layang yang terbengkalai ini menjadikannya guyonan dengan menyebut sebagai proyek pembuatan seluncuran monyet.
Hal ini di perkatakan kerena kondisi salugan irigasinya tidak di aliri air serta lokasinya yang berada di kawasan padat tanaman keras bukan pada area persawahan.
Pantauan wartawan dilokasi, tampak bangunan irigasi layang telah selesai dikerjakan namun tidak bisa difungsikan akibat tidak adanya aliran air dan di seputaran jaringan irigasi juga yang dulunya area persawahan telah berubah menjadi areal perkebunan dengan jenis tanaman salak dan sawit.
Terkait hal ini Wakil Ketua JPKP DPD Kabupaten Deli Serdang Pujian Tarigan yang memantau langsung ke lokasi menyayangkan adanya proyek dari Pemkab Deli Serdang yang dinilai tidak memiliki perencanaan matang hingga menjadi mubazir dan tidak bermanfaat.
"Ini kami kira proyek yang dipaksakan, dulunya lokasi ini memang areal persawahan namun setelah saluran irigasi rusak beberapa tahun lalu masyarakat sudah mengalihkan fungsi sawah menjadi areal perkebunan, jadi untuk apa lagi dibangun irigasi ini" ujar Pujian Tarigan.
Ia meminta agar Aparat Penegak Hukum (APH) seperti Kejaksaan, bahkan KPK agar menelusuri perencanaan proyek yang tidak tepat sasaran di Kabupaten Deli Serdang.
Terpisah Kadis Sumber Data Air Bina Marga Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Deli Serdang Janso Sipahutar yang dikonfirmasi belum memberi tanggapan.(PS/HS)
