POSKOTASUMATRA.COM | JAKARTA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) University tengah merancang program beasiswa Strata Dua (S2) khusus bagi wartawan. Inisiatif ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan pascasarjana sekaligus meningkatkan kompetensi, kapasitas, dan profesionalisme insan pers di Indonesia.
Rencana kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan antara jajaran PWI Pusat dan Sekolah Pascasarjana IPB University di Kampus IPB Baranangsiang, Bogor, Selasa (02/6/2026).
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyambut positif rencana program beasiswa tersebut. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia wartawan merupakan kebutuhan penting di tengah tantangan industri media yang terus berkembang.
“Kerja sama ini sangat baik untuk mengembangkan keilmuan dan kapasitas wartawan. Namun, perlu ada rapat teknis lanjutan yang lebih mendalam agar seluruh mekanisme dapat disusun dengan baik dan menghindari berbagai kendala yang tidak diinginkan di kemudian hari,” ujar Akhmad Munir.
Dalam pertemuan tersebut, Akhmad Munir didampingi Sekretaris Jenderal PWI Pusat M. Selamet Susanto, Anggota Dewan Pakar Yulian Warman, Wakil Sekretaris Jenderal Kadirah, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Sarwani, Wakil Ketua Bidang Pendidikan Zarman Syah, Ketua Komisi Pendidikan dan Pelatihan Jufri Al Katiri, Humas PWI Pusat Mercys Charles Loho, serta Ketua PWI Kota Bogor Herman Indrabudi.
Rombongan PWI diterima langsung oleh Dekan Sekolah Pascasarjana IPB University, Prof. Yusli Wardiatno, bersama jajaran pimpinan kampus.
Munir menegaskan, program beasiswa harus dirancang secara matang agar tepat sasaran dan dapat berjalan secara berkelanjutan. Ia mengakui bahwa kesibukan profesi dan keterbatasan biaya pendidikan masih menjadi tantangan utama bagi wartawan yang ingin melanjutkan studi ke jenjang magister.
Karena itu, PWI dan IPB akan membahas berbagai alternatif skema pembiayaan, mulai dari kemungkinan sinergi dengan program LPDP, bantuan biaya pendidikan secara parsial, dukungan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), hingga bentuk dukungan akademik lainnya.
“Yang terpenting adalah membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi wartawan. Bentuk dukungannya bisa beragam, tidak harus menanggung seluruh biaya pendidikan, tetapi dapat berupa bantuan parsial maupun dukungan UKT yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan program,” jelasnya.
Lebih lanjut, Munir menilai program tersebut tidak hanya akan meningkatkan kualitas anggota PWI, tetapi juga memperkuat kemitraan strategis antara organisasi profesi wartawan dan perguruan tinggi.
Tawarkan 10 Program Studi Magister
Sementara itu, Dekan Sekolah Pascasarjana IPB University, Prof. Yusli Wardiatno, menegaskan komitmen IPB dalam mendukung peningkatan kualitas SDM nasional, termasuk bagi kalangan jurnalis yang memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa dan penyebaran informasi kepada masyarakat.
“Rencana kerja sama dengan PWI merupakan langkah positif untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi wartawan sekaligus memperkuat kapasitas akademik dan profesionalisme mereka,” kata Yusli.
Dalam kesempatan itu, Yusli memaparkan sedikitnya 10 program studi magister yang berpotensi menjadi pilihan bagi wartawan penerima beasiswa. Beberapa di antaranya adalah Program Studi Komunikasi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan, Komunikasi Digital dan Media, Manajemen Pembangunan Daerah, Ilmu Manajemen, hingga Ekonomi Sumber Daya dan Lingkungan.
Program-program tersebut dinilai sangat relevan dengan kebutuhan profesi wartawan di era digital, khususnya dalam memperkuat pemahaman di bidang komunikasi, ekonomi, pembangunan daerah, lingkungan hidup, serta manajemen bisnis.
Sebagai tindak lanjut, PWI dan IPB sepakat melanjutkan pembahasan teknis yang mencakup penyusunan nota kesepahaman (MoU), skema pembiayaan, kriteria peserta, hingga bentuk dukungan pendidikan yang dapat dijalankan secara berkelanjutan.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan wartawan yang tidak hanya kompeten di lapangan, tetapi juga memiliki kapasitas akademik yang kuat untuk menjawab tantangan dunia jurnalistik modern. (PS/ASP)
