POSKOTASUMATRA.COM | ACEH TENGGARA – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN RI, Dr. Wihaji, didampingi Bupati Aceh Tenggara Salim Fakhry, melakukan kunjungan kerja ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulonas 02 di Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, Rabu (03/6/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak bawah dua tahun (Baduta), berjalan sesuai standar pelayanan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam peninjauan itu, Menteri Wihaji melihat langsung proses pengolahan makanan, penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan, hingga mekanisme distribusi makanan kepada para penerima manfaat.
SPPG Pulonas 02 saat ini melayani sebanyak 2.316 porsi makanan bergizi setiap hari untuk peserta didik. Selain itu, unit pelayanan tersebut juga menyalurkan 463 porsi makanan bergizi setiap hari bagi kelompok sasaran MBG 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan anak bawah dua tahun.
Untuk mendukung operasional layanan, SPPG Pulonas 02 diperkuat oleh 47 tenaga kerja yang bertugas selama enam hari dalam sepekan guna memastikan seluruh proses produksi dan distribusi berjalan tepat waktu.
Distribusi makanan bagi kelompok MBG 3B dilakukan melalui Posyandu Batu Bulan sebagai salah satu titik penyaluran kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang menjadi sasaran program pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Wihaji menegaskan bahwa dirinya mendapat amanah langsung dari Presiden untuk memastikan program MBG benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama kelompok rentan yang membutuhkan asupan gizi berkualitas.
“Saya diamanahkan oleh Presiden untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis diterima masyarakat, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta. SPPG menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Melalui penyediaan makanan bergizi yang aman, sehat, dan berkualitas, kita berharap dapat mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mempercepat upaya pencegahan stunting,” ujar Wihaji.
Ia juga menyebut bahwa program MBG bagi kelompok 3B merupakan terobosan yang sangat strategis dalam membangun generasi masa depan Indonesia.
“Program MBG 3B ini merupakan salah satu program yang sangat progresif. Keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, tenaga pelaksana, dan masyarakat. Dengan kerja sama yang kuat, kita dapat melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Aceh Tenggara Salim Fakhry menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung berbagai program peningkatan kualitas keluarga, pemenuhan gizi masyarakat, serta percepatan penurunan angka stunting.
“Kehadiran Menteri Wihaji menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat sinergi dalam meningkatkan pelayanan gizi kepada masyarakat. Kami berharap keberadaan SPPG dapat memberikan manfaat yang semakin luas dan berkontribusi terhadap lahirnya generasi Aceh Tenggara yang sehat, unggul, dan berkualitas,” kata Salim Fakhry.
Kunjungan kerja Menteri Wihaji ke Aceh Tenggara ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan program pemenuhan gizi dan pembangunan keluarga berjalan efektif hingga ke tingkat daerah. Langkah tersebut sekaligus memperkuat komitmen nasional dalam percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju Generasi Emas 2045. (PS/ASP)

