POSKOTASUMATRA.COM | ACEH TENGGARA – Sebuah unggahan video yang beredar di media sosial Facebook menjadi perhatian masyarakat Aceh Tenggara setelah memperlihatkan kondisi seorang ibu bersama anak-anaknya yang diduga mengalami kesulitan ekonomi hingga mengaku hanya mengonsumsi ubi dan pisang untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
Video tersebut diunggah oleh akun Facebook Wan Suryani. Dalam video tampak seorang perempuan bersama anak-anaknya berada di sebuah kawasan yang terlihat sederhana. Pada unggahan itu tertulis narasi, "Ibu ini hanya makan ubi & kates" disertai keterangan, "Semoga video ini sampai ke bapak bupati Aceh Tenggara."
Unggahan tersebut mendapat respons luas dari warganet. Hingga tangkapan layar beredar, postingan itu telah memperoleh 383 tanda suka (like), 69 komentar, dan telah dibagikan sebanyak 72 kali, Sabtu (06/6/2026).
Dalam kolom komentar, sejumlah warganet menyampaikan rasa prihatin terhadap kondisi keluarga tersebut. Bahkan beberapa komentar menyebutkan bahwa keluarga yang tampil dalam video tersebut diduga merupakan warga yang tinggal di Desa Lawe Dua, Kecamatan Bukit Tusam, Kabupaten Aceh Tenggara.
Meski demikian, informasi mengenai identitas dan kondisi keluarga tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut oleh pemerintah desa maupun instansi terkait agar penanganan yang diberikan tepat sasaran.
Viralnya unggahan tersebut kembali mengundang perhatian masyarakat terhadap kondisi warga kurang mampu yang masih membutuhkan bantuan dan pendampingan. Banyak warganet berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat segera turun ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya serta memberikan bantuan apabila keluarga tersebut memang masuk dalam kategori masyarakat yang membutuhkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun pihak terkait mengenai kondisi keluarga yang ditampilkan dalam video tersebut.
Masyarakat berharap informasi yang telah ramai diperbincangkan di media sosial itu dapat segera ditindaklanjuti sehingga tidak ada warga yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari tanpa mendapatkan perhatian dari pemerintah maupun pihak-pihak yang memiliki kepedulian sosial. (PS/ASP)
