Wakil Wali Kota Gunungsitoli Resmikan Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026: Data Akurat Kunci "Gunungsitoli Hebat"

/ Kamis, 11 Juni 2026 / 16.24.00 WIB
POSKOTASUMATERA.COM, GUNUNGSITOLI – Pemerintah Kota Gunungsitoli resmi memulai tahapan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Wakil Wali Kota Gunungsitoli, Martinus Lase, SH, membuka Pelatihan Petugas Pendataan Lengkap dan Pencanangan Pelaksanaan SE 2026. Pembukaan ditandai pemukulan gong sebagai simbol dimulainya pelatihan bertempat di Hotel Kaliki, Kamis (11/6/2026). 

Sensus Ekonomi merupakan agenda strategis nasional untuk menyediakan data dasar kondisi dan potensi perekonomian masyarakat. Data akurat, lengkap, dan terpercaya menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan.

"Data ini kebutuhan mendasar. Hasil SE 2026 akan menjadi dasar merumuskan kebijakan pembangunan daerah, khususnya pengembangan UMKM, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, penguatan ekonomi masyarakat, serta peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Gunungsitoli," tegas Wawako Martinus Lase dalam sambutannya.

Kepada 77 peserta pelatihan yang terdiri dari Petugas Pencacah Lapangan, Petugas Pemeriksa Lapangan, instruktur daerah, panitia, dan peserta sit in, Wawako berpesan agar mengikuti materi dengan sungguh-sungguh. Petugas harus memahami metodologi dan prosedur pendataan dengan benar, serta bekerja dengan integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab.

"Petugas sensus adalah ujung tombak keberhasilan SE 2026. Kualitas data sangat bergantung pada ketelitian dan dedikasi petugas di lapangan,"  pesannya.
Wawako optimistis, dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, SE 2026 akan berjalan baik dan menghasilkan data yang mendukung visi "Gunungsitoli Hebat" kota yang maju, sejahtera, berdaya saing, dan berkelanjutan melalui pembangunan berbasis data.

Kepala BPS Kota Gunungsitoli, Elijoi Naibaho, SST., M.Stat., menjelaskan SE 2026 mencakup pendataan lengkap seluruh pelaku usaha, mulai usaha mikro, kecil, menengah hingga usaha besar di berbagai sektor ekonomi. Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan kebijakan ekonomi, pengembangan investasi, pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan.

"Keberhasilan SE 2026 tidak bisa dicapai BPS sendiri. Dibutuhkan dukungan, kolaborasi, dan komitmen bersama pemerintah, dunia usaha, media, dan masyarakat," ujarnya.

Pelatihan dilaksanakan secara berjenjang selama tiga hari melalui pembelajaran mandiri dan klasikal. 

Sebagai wujud komitmen, acara juga diisi penandatanganan bersama oleh Pemerintah Kota Gunungsitoli, unsur Forkopimda, BPS, LPP RRI Gunungsitoli, dan perwakilan pelaku usaha untuk menyukseskan SE 2026.

Turut hadir Wakil Ketua DPRD Kota Gunungsitoli, Kepala LPP RRI Gunungsitoli, para Kepala Perangkat Daerah, instansi vertikal, para camat se-Kota Gunungsitoli, serta pelaku usaha. (PS/356)
Komentar Anda

Terkini: