Diinisiasi PT AR, Evaluasi dan Launching Program Adiwiyata 2026, Tapsel Perkuat Komitmen Wujudkan Sekolah Berbudaya Lingkungan

/ Senin, 20 Juli 2026 / 11.21.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM | TAPANULI SELATAN – Komitmen membangun budaya peduli lingkungan di lingkungan pendidikan kembali ditegaskan melalui kegiatan Evaluasi dan Launching Program Adiwiyata Tahun 2026 yang berlangsung di Aula SMP Negeri 1 Batangtoru, Senin (20/7/2026). Kegiatan yang diinisiasi PT Agincourt Resources (PT AR) bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapanuli Selatan dan Yayasan Peduli Lingkungan (YPL) Semut Merah ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi capaian program sekaligus memperkuat sinergi dalam menciptakan sekolah yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.


Program Adiwiyata merupakan salah satu instrumen pendidikan lingkungan yang menempatkan sekolah sebagai pusat pembentukan karakter ekologis peserta didik. Melalui penerapan tata kelola lingkungan yang baik, pengelolaan sampah, konservasi energi, penghijauan, serta pembelajaran berbasis lingkungan, program ini mendorong lahirnya generasi yang memiliki literasi ekologis dan kepedulian terhadap kelestarian alam. Pendekatan tersebut sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, aksi terhadap perubahan iklim, dan pelestarian ekosistem.


Pada kesempatan tersebut diumumkan dua sekolah yang ditetapkan sebagai Calon Sekolah Adiwiyata Kabupaten (CASK), yakni SMP Negeri 1 Tantom Angkola dan MTsN NU Batang Toru. Selain itu, sejumlah sekolah dipersiapkan menuju Calon Sekolah Adiwiyata Provinsi (CSAP) dan Calon Sekolah Adiwiyata Nasional (CSAN), di antaranya MTsN 3 Tapanuli Selatan, SDN Nomor 100715, SMPN 2 Muara Batang Toru, SMKN 1 Batangtoru, SDS IT Faza Azkia Nomor 100910, SMPN 1 Muara Batangtoru, serta SDN Nomor 100710 Hapesong Baru. Tahapan tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kualitas tata kelola lingkungan di satuan pendidikan di Kabupaten Tapanuli Selatan.


Tidak hanya itu, lima sekolah juga diproyeksikan meraih predikat Calon Sekolah Adiwiyata Mandiri, yaitu SMPN 1 Batangtoru, SDN 100712 Hapesong Lama, SMKN 2 Batangtoru, SMPN 2 Batangtoru, dan SDN 100707 Perkebunan Hapesong. Predikat Adiwiyata Mandiri merupakan penghargaan tertinggi bagi sekolah yang mampu menerapkan budaya lingkungan secara konsisten, inovatif, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi rujukan bagi sekolah lain dalam mengembangkan praktik pengelolaan lingkungan yang efektif.


Kepala SMP Negeri 1 Batangtoru, Panusunan Harahap, S.Pd., menyampaikan optimisme bahwa seluruh sekolah yang diusulkan mampu meraih predikat Adiwiyata Mandiri. Menurutnya, berbagai tahapan mulai dari penyusunan dokumen administrasi, penguatan kebijakan sekolah, hingga implementasi program lingkungan telah dilakukan secara maksimal melalui pendampingan intensif dari YPL Semut Merah. Ia juga mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari PT Agincourt Resources dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapanuli Selatan yang dinilai memiliki peran besar dalam memperkuat pendidikan berbasis lingkungan di daerah tersebut.


Manager Community Development PT Agincourt Resources, Rohani Simbolon, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap sektor pendidikan dan pelestarian lingkungan tetap menjadi prioritas meskipun terdapat berbagai penyesuaian dalam operasional perusahaan. Menurutnya, melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), PT AR terus menjalankan berbagai inisiatif seperti Program Adiwiyata, pelatihan lingkungan sebagai bentuk investasi sosial dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan hidup. Ia berharap semakin banyak sekolah di Tapanuli Selatan mampu meraih predikat Adiwiyata Mandiri dan menjadi model pembelajaran lingkungan bagi sekolah lainnya.

Melalui evaluasi dan peluncuran Program Adiwiyata Tahun 2026 ini, Kabupaten Tapanuli Selatan semakin mempertegas komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan yang berorientasi pada keberlanjutan. Sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendamping, dan satuan pendidikan menjadi fondasi penting dalam menciptakan sekolah hijau yang adaptif terhadap tantangan perubahan lingkungan. Dengan penguatan budaya lingkungan sejak dini, sekolah diharapkan mampu melahirkan generasi yang berkarakter, bertanggung jawab, memiliki literasi ekologis yang kuat, serta menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian alam demi masa depan yang berkelanjutan.

(PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: