DR. Faisal Ali Hasyim Staf Ahli Menteri Agama : Membangun Sinergi Dakwah Peran Penting ASN Kemenag Aceh Utara

/ Rabu, 22 Juli 2026 / 21.47.00 WIB

​POSKOTASUMATERA.COM-ACEHUTARA-Dalam dinamika kehidupan bermasyarakat, upaya menyampaikan kebaikan dan pembinaan moral memerlukan pendekatan yang kreatif, terbuka, dan mampu merangkul semua kalangan. Salah satu potret nyata dari pendekatan ini terlihat dari kiprah para ASN dan P3K Kementerian Agama di Aceh. 

Hal itu disampaikan Staf Ahli Mentri Agama RI, DR Faisal Ali Hasyim di  Gedung Kemen Haj Kementerian Agama Aceh Utara dalam rangka pembinaan ASN, Rabu (22/7/2026).

Turut serta hadir  pada acara Pembinaan ASN Kementerian Agama Aceh Utara, Drs Azhari, Mpd, Kanwil Kementerian Agama Aceh, Kankemenag Aceh Utara, para Kasi, Penyuluh Agama dan  KUA serta Kepala Madrasah. 

Faisal mengatakan, pembinaan keagamaan kini tidak lagi terbatas pada tempat ibadah atau majelis formal. Para penyuluh hadir secara adaptif di tempat-tempat yang menjadi pusat aktivitas dan tempat berkumpulnya warga.

Diaantaranya, Warung Kopi dan Kafe tujuan nya merangkul kelompok anak muda atau warga yang sedang nongkrong (sekitar 20–25 orang) untuk berdialog dan mengaji bersama.

​Terminal dan Lembaga Pemasyarakatan Menyelenggarakan pengajian bagi warga terminal hingga para penghuni penjara.

"Itulah tugas ASN Kementerian Agama terutama sekali bagi para Penyuluh," katanya. 

Dia mengungkapkan, membina majelis-majelis taklim di berbagai lingkungan pemukiman.

​Menjangkau lapisan masyarakat di luar jalur formal menjadi kunci penting agar pesan kebaikan dapat dirasakan oleh semua orang tanpa terkecuali.

Menurut dia, Pendekatan ini membuat pembinaan keagamaan terasa lebih hidup, relevan, dan menyatu dengan denyut kehidupan warga.

​Satu sisi, lanjut dia, Peran Penyuluh  Mengedukasi dan Meluruskan Pemahaman ​Penyuluh agama tidak hanya berperan dalam menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga berfungsi sebagai pelurus informasi, pembimbing moral, dan pendukung sektor pendidikan.

​Di samping tugas pembinaan, sering kali muncul pertanyaan di masyarakat terkait regulasi dan prosedur administrasi. 

Salah satu contoh katanya , adalah pertanyaan mengenai mengapa suatu dokumen atau izin fisik masih harus diambil secara langsung, padahal bisa diunduh secara digital.

​Faisal menjelaskan, beberapa dokumen atau izin tertentu memerlukan keabsahan hukum berupa pengesahan fisik, seperti tanda tangan basah atau cap resmi dari pejabat berwenang. 

Aspek legalitas inilah yang belum sepenuhnya dapat digantikan oleh dokumen digital biasa.

​Dia berharap,  pesan yang Sejuk dan Penuh Kebanggaan sebagai bagian dari syiar dan pelayanan publik, penting bagi para penyuluh maupun tenaga pendidik untuk selalu membawa narasi yang sejuk.

"Pesan yang menyejukkan seperti keteduhan di tengah suasana yang hangat akan menciptakan lingkungan yang nyaman, damai, dan harmonis," ujarnya, 

​Dengan semangat kebanggaan atas profesi dan dedikasi dalam melayani, pembinaan keagamaan dan edukasi masyarakat dapat berjalan lebih efektif serta berdampak positif bagi kemajuan bersama. Kata  Staf Mentri Agama RI dengan penuh semangat. (PS/IMAM)

Komentar Anda

Terkini: