Kegiatan ini dipimpin oleh Lestari, S.Kep., Ners., M.Kep bersama tim yang terdiri dari Cecep Triwibowo, MSc dan Juliana, S.Kep., Ns., M.Kep. Pengmas dilaksanakan di UPT Puskesmas Tanjung Rejo, Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.
Program ini bertujuan memberikan edukasi sekaligus pelatihan kepada kader kesehatan agar mampu menjadi penyuluh yang aktif dan berkelanjutan dalam menyampaikan informasi terkait gizi balita serta pemanfaatan bahan pangan lokal.
Sebanyak 30 kader kesehatan menjadi sasaran dalam kegiatan yang didanai oleh Simlitabmas ini. Hasilnya, terjadi peningkatan pengetahuan kader mengenai pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) serta langkah-langkah penanganan masalah gizi pada balita.
Ketua tim Pengmas, Lestari, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya permasalahan gizi pada balita, termasuk stunting, di berbagai daerah, khususnya di wilayah kerja UPT Puskesmas Tanjung Rejo.
“Edukasi tentang pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan menjadi langkah awal yang sangat penting dalam membangun kesadaran orang tua, terutama ibu yang memiliki anak dengan kondisi stunting,” ujar lestari kepada wartawan, Selasa (28/7/2026)
Salah satu peserta pelatihan, Sriwahyuni, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Ia mengaku memperoleh pemahaman baru terkait penanganan kesehatan balita serta pengolahan ubi ungu sebagai sumber makanan tambahan bergizi.
“Sekarang kami lebih paham tentang penanganan masalah kesehatan anak balita dan cara mengolah ubi ungu untuk meningkatkan gizi mereka,” katanya.
Melalui kegiatan ini, para kader tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis. Edukasi yang diberikan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kemampuan kader dalam mendukung perubahan perilaku masyarakat, khususnya dalam pemberian makanan bergizi yang tepat bagi balita.
Diharapkan, upaya ini dapat berkontribusi dalam mencegah stunting, underweight, serta gangguan pertumbuhan lainnya di wilayah tersebut.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat, sebagai bentuk kontribusi nyata dunia akademik dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. (PS/210)

