POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL – Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti Balerong Pasar Hutaraja, Kecamatan Muara Batangtoru, Rabu (22/7/2026), saat ratusan jamaah menghadiri Pengajian Bulanan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan bersama Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Siti Khadijah.
Lantunan ayat suci Al-Qur'an yang mengawali kegiatan menghadirkan ketenangan batin, kemudian disusul dengan Mars BKMT yang dinyanyikan bersama sebagai simbol semangat persatuan dan kecintaan terhadap dakwah Islam.
Pengajian tersebut tidak sekadar menjadi agenda rutin keagamaan, tetapi juga menjadi ruang bertemunya pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Kehadiran Camat Muara Batangtoru Sonita Wardah, S.STP., unsur Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kantor Urusan Agama (KUA), Bhabinkamtibmas, Bagian Kesra Setda Tapanuli Selatan, para tuan guru, tokoh agama, dan tokoh masyarakat menunjukkan bahwa pembangunan daerah juga memerlukan fondasi spiritual yang kokoh.
Di hadapan jamaah, Kepala KUA Muara Batangtoru, H. Syoufinal, MA, mengajak seluruh kepala desa dan lurah mempercepat proses sertifikasi tanah wakaf.
Menurutnya, tanah wakaf merupakan amanah umat yang harus dijaga agar tetap memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
Dengan kepastian hukum melalui sertifikat, aset wakaf akan terlindungi dari potensi sengketa maupun perubahan fungsi yang tidak sesuai dengan tujuan awal pewakaf.
Tidak hanya itu, H. Syoufinal juga mengedukasi masyarakat mengenai fenomena Istiwa A'zam, yakni saat Matahari berada tepat di atas Ka'bah sehingga masyarakat dapat memverifikasi arah kiblat secara ilmiah.
Penjelasan tersebut memperlihatkan bahwa ajaran Islam memiliki hubungan erat dengan ilmu pengetahuan, khususnya astronomi, sehingga ibadah dapat dilaksanakan dengan lebih tepat dan penuh keyakinan.
Sementara itu, Ketua BKMT Tapanuli Selatan yang diwakili pengurus BKMT Kecamatan Batangtoru, Ibu Suryati, mengajak seluruh pemerintah desa dan kelurahan memberikan perhatian lebih terhadap keberlangsungan majelis taklim.
Menurutnya, pengajian bukan sekadar tempat belajar agama, melainkan wadah membangun karakter, memperkuat ketahanan keluarga, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Komitmen serupa disampaikan Camat Muara Batangtoru, Sonita Wardah, S.STP., yang menegaskan bahwa pemerintah kecamatan akan terus mendorong masyarakat untuk aktif mengikuti kegiatan BKMT. Ia berharap pengajian bulanan menjadi media yang mampu mempererat silaturahmi, memperkuat komunikasi antara pemerintah dan warga, serta melahirkan lingkungan yang religius, harmonis, dan saling mendukung dalam kehidupan sehari-hari.
Puncak kegiatan diisi tausiah oleh Ustaz Sulaeman Siregar, S.Pd.I., yang mengupas makna amal jariyah sebagai bekal terbaik seorang muslim.
Dengan bahasa yang sederhana namun menyentuh, ia mengingatkan bahwa mewakafkan tanah dan membangun masjid merupakan investasi akhirat yang pahalanya akan terus mengalir sepanjang dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat.
Tausiah tersebut menutup pengajian dengan suasana haru dan penuh harapan, meninggalkan pesan bahwa kehidupan yang bermakna bukan diukur dari banyaknya harta, melainkan dari manfaat yang terus diwariskan kepada sesama. (PS/BERMAWI)
