Menurut penuturan salahsatu warga Desa Hutarimbaru, Elvinasari Nasution mengatakan bahwa acara Penamatan Sekolah Baca Al-Qur'an yang paling umum dikenal sebagai Khataman Al-Qur'an atau Khatamul Qur'an.
Dia juga mengatakan, bahwa hal tersebut adalah upacara adat dan religius untuk merayakan keberhasilan seorang anak atau santri yang telah menyelesaikan pembacaan seluruh 30 juz Al-Qur'an di bawah bimbingan guru mengaji.
"Tradisi ini menggabungkan nilai spiritual Islam dengan adat budaya lokal sebagai wujud rasa syukur orang tua dan masyarakat," ujar Elvinasari.
Dia juga menyampaikan, setelah dilakukan pengamatan, dilanjutkan dengan makan bersama pulut/nasi kuning dengan gulai ayam. Dan sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih, orangrua dari anak yang sudah Khataman Qur'an memberikan kain sholat kepada guru mengaji. (PS/SAHAT)