POSKOTASUMATRA.COM|BANDA ACEH— Wakil Ketua Komisi I DPRA, Rusyidi Mukhtar yang akrab disapa Ceulangiek, mendesak Pemerintah Pusat untuk segera mengambil langkah nyata dalam mengatasi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan semen yang masih terjadi di Aceh. Menurutnya, kondisi tersebut telah berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, dunia usaha, hingga sektor pembangunan di berbagai daerah.
Ceulangiek menilai, kelangkaan yang terus berulang menunjukkan perlunya kebijakan yang lebih serius dari pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa kebutuhan dasar masyarakat tidak boleh terganggu akibat lemahnya distribusi maupun pengambilan keputusan yang lambat.
“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah pusat harus segera hadir dengan solusi yang konkret agar kebutuhan BBM dan semen masyarakat Aceh kembali normal,” tegasnya.
Selain meminta percepatan penanganan, Ceulangiek juga menyoroti pentingnya pemberian kewenangan yang lebih luas kepada Pemerintah Aceh dalam mengelola kebutuhan strategis daerah. Menurutnya, dengan kewenangan khusus, Pemerintah Aceh akan lebih leluasa mengambil langkah cepat dalam mengantisipasi persoalan distribusi dan menjaga stabilitas pasokan.
Ia menambahkan bahwa Aceh memiliki kekhususan yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan, sehingga pemerintah pusat diharapkan memberikan ruang yang lebih besar kepada daerah untuk mengelola persoalan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Ceulangiek berharap pemerintah pusat tidak hanya menjadikan persoalan ini sebagai isu sementara, tetapi segera menghadirkan kebijakan yang mampu menjamin ketersediaan BBM dan semen secara berkelanjutan. Menurutnya, stabilitas pasokan merupakan faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, serta menjaga daya beli masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi agar persoalan kelangkaan dapat segera diatasi demi kepentingan masyarakat Aceh secara menyeluruh. Dengan langkah yang cepat dan tepat, diharapkan aktivitas ekonomi dan pembangunan di Aceh dapat kembali berjalan optimal tanpa terkendala keterbatasan pasokan kebutuhan strategis.(PS|IMAM)
