Camat Angkola Barat, Muhammad Tohir Pasaribu, S.Sos, Membuka Acara Sosialisasi Huntap
POSKOTASUMATERA.COM – TAPANULI SELATAN – Upaya memperkuat pemulihan dan ketahanan masyarakat terus dilakukan di Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan. Sebanyak lima desa satu kelurahan , yakni Desa Siuhom, Panobasan Lombang, Panobasa Dolok, Sibangkua, dan Sisundung, dan Kelurahan Sitinjak menerima bantuan peralatan dapur sekaligus mengikuti sosialisasi pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bersama Yayasan Caritas Indonesia di Aula Kantor Camat Angjkka Barat Selasa 11 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendekatan pemulihan masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga diarahkan pada pembangunan hunian yang aman, layak, sehat, dan berkelanjutan. Sosialisasi Huntap dinilai penting agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai tahapan pembangunan, mekanisme pelaksanaan, serta berbagai aspek yang berkaitan dengan kelayakan dan keselamatan hunian.
Camat Angkola Barat, Muhammad Tohir Pasaribu, S.Sos, secara resmi membuka kegiatan sosialisasi tersebut. Pemerintah kecamatan dalam hal ini memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara pemerintah desa, masyarakat, dan lembaga kemanusiaan. Koordinasi tersebut diperlukan agar setiap program pembangunan dan bantuan dapat dilaksanakan secara transparan, tepat sasaran, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing desa.
Dari Yayasan Caritas Indonesia turut hadir Yohanes Teguh Bayu Kristiawan, Toufin, dan Pastor Mikael. Kehadiran lembaga kemanusiaan tersebut memperlihatkan bahwa proses pemulihan masyarakat membutuhkan kolaborasi multipihak. Sinergi antara pemerintah dan organisasi kemanusiaan dapat memperkuat kapasitas masyarakat, terutama dalam memahami perencanaan pembangunan hunian serta mengoptimalkan bantuan yang diterima.
Sementara itu, Pj. Kepala Desa Siuhom, Boy Parrona Harahap, S.Sos, turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama unsur pemerintah desa lainnya. Pemerintah desa mempunyai peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara terbuka, sekaligus menghimpun aspirasi dan kebutuhan warga. Pendekatan partisipatif menjadi salah satu faktor penting agar pembangunan Huntap benar-benar sesuai dengan kondisi sosial, lingkungan, dan karakteristik masyarakat setempat.
Secara konseptual, pembangunan Hunian Tetap tidak semata-mata dipahami sebagai pembangunan bangunan fisik. Huntap merupakan bagian dari strategi pemulihan kehidupan masyarakat yang mencakup aspek sosial, ekonomi, kesehatan, pendidikan, keamanan, dan lingkungan. Hunian yang layak dapat memberikan rasa aman bagi keluarga sekaligus menjadi fondasi bagi masyarakat untuk kembali menjalankan aktivitas produktif dan membangun kehidupan secara lebih stabil.
Di sisi lain, bantuan peralatan dapur yang diberikan kepada enam desa memiliki nilai strategis dalam mendukung pemenuhan kebutuhan rumah tangga masyarakat. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus memperkuat ketahanan keluarga. Lebih jauh, proses pemberian bantuan yang dibarengi sosialisasi juga membuka ruang komunikasi antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga kemanusiaan untuk membangun kepercayaan serta memperkuat semangat gotong royong.
Melalui sinergi Pemerintah Kecamatan Angkola Barat, pemerintah desa, Yayasan Caritas Indonesia, dan masyarakat, pembangunan Huntap diharapkan tidak berhenti pada penyediaan tempat tinggal, tetapi mampu melahirkan lingkungan permukiman yang aman, sehat, layak, dan berkelanjutan. Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa pemulihan berbasis kemanusiaan membutuhkan partisipasi seluruh pemangku kepentingan, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat di enam desa penerima bantuan. (PS/BERMAWI)


