![]() |
| Arri Nazari | Presiden Mahasiswa Universitas Abulyatama |
POSKOTASUMATERA.COM | BANDA ACEH — Presiden Mahasiswa Universitas Abulyatama, Arri Nazari menyampaikan sikap resmi kepada Pemerintah Aceh. Setelah sekian lama menunggu penjelasan lengkap yang tidak kunjung datang, hari ini kami menuntut satu hal yang paling mendasar, buka seluruh dana bencana secara lengkap dan sesuai dengan fakta di lapangan.
Rakyat tidak meminta-minta. Rakyat menuntut Hak yang sudah dilindungi oleh Undang-Undang.
Perlu kami tegaskan: Yang kami tuntut bukan sekadar angka di atas kertas, bukan hitungan dari jarak jauh, dan bukan laporan yang rapi di atas meja. Yang kami minta adalah kebenarannya sesuai fakta di lapangan, sejak masa tanggap darurat, masa transisi, hingga alokasi untuk rehabilitasi dan rekonstruksi.
Tidak cukup hanya mengetahui berapa uang masuk, keluar, dan sisanya. Yang dibutuhkan adalah bukti nyata: berapa kerusakan yang diperbaiki, berapa yang telah selesai dibangun, dan berapa yang dapat digunakan masyarakat sebagaimana mestinya.
Angka di atas kertas tidak berarti apa-apa jika tidak terbukti di lapangan. Perhitungan dari kantor tidak berarti apa-apa jika tidak sesuai kenyataan yang dirasakan langsung oleh korban bencana. Yang kami minta adalah bukti yang dapat dilihat, diperiksa, dan diakui kebenarannya oleh rakyat. Bukan sekadar laporan persentase.
Desakan ini kami sampaikan agar masyarakat tidak menduga-duga melebihi kenyataan. Dengan terbukanya seluruh data beserta bukti nyatanya, maka akan terlihat jelas: yang salah tetap salah, dan yang benar tetap benar.
Sejatinya, jika pengelolaannya benar dan pembangunannya berkualitas, rakyat akan melihat dan menghargainya. Jika sebaliknya, maka kesalahan wajib dikritisi dan dikenakan konsekuensi sesuai aturan.
Yang benar akan berdiri tegak dengan bukti nyata. Yang salah akan terlihat dan wajib diperbaiki dan menerima konsekuensi. Karena itu, jangan hanya menunjukkan angka. Tunjukkan bukti lengkapnya siapa yang menerima, bukti kualitasnya, dan perencanaan resmi kelanjutannya.
Jika data yang disampaikan tidak lengkap dan tidak sesuai fakta lapangan yang diakui masyarakat, maka sah bagi rakyat beranggapan ada hal yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Itulah yang kami maksud dengan transparansi sesungguhnya: bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan fakta nyata, bukti yang dapat dipertanggungjawabkan, dan kebenaran yang dirasakan langsung oleh rakyat Aceh yang terdampak bencana, terang Arri Nazari Presiden Mahasiswa Universitas Abulyatama. (PS | DAMRY)
