Gus IRAWAN LANTIK 38 KEPALA SEKOLAH! Tegaskan Kepemimpinan Berintegritas, Mutu Pendidikan Tapsel Harus Terus Meningkat

/ Senin, 21 September 2026 / 12.28.00 WIB


POSKOTASUMATERA.COM-TAPSEL — Kepemimpinan yang kuat, inovatif, dan berorientasi pada kualitas pembelajaran menjadi salah satu kunci penting dalam membangun pendidikan yang bermutu. Pesan tersebut ditegaskan Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H. Gus Irawan Pasaribu, saat melantik dan mengambil sumpah 38 guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah jenjang SD dan SMP di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (21/9/2026).


Pelantikan yang dirangkaikan dengan apel pagi gabungan tersebut berlangsung di Lapangan Parade Kompleks Perkantoran Pemkab Tapsel, Sipirok. Hadir dalam kegiatan itu Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga, Sekretaris Daerah H. Sofyan Adil Siregar, para asisten, staf ahli Bupati, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, serta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tapsel. Momentum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola satuan pendidikan melalui penempatan pemimpin sekolah yang telah melewati tahapan seleksi dan persyaratan sesuai ketentuan.

Dalam arahannya, Bupati Gus Irawan menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur melalui infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga melalui kemampuan menghadirkan pendidikan yang mampu membentuk generasi cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing. “Bangsa yang unggul ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya, sedangkan manusia yang berkualitas sangat ditentukan oleh pendidikannya,” ujar Gus Irawan, menekankan pentingnya tanggung jawab para kepala sekolah dalam membangun masa depan generasi Tapsel.


Ia menjelaskan, pengangkatan 38 kepala sekolah tersebut dilakukan untuk mengisi sejumlah jabatan yang lowong dan telah memperoleh pertimbangan teknis Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui surat Nomor 46589/R/AK.02.03/SD/KR.6/2026 tertanggal 11 September 2026. Proses pengangkatan mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah, yang mencakup seleksi administratif dan substantif serta pendidikan bagi bakal calon yang dinyatakan lulus. “Saya yakin saudara-saudara adalah yang terbaik di antara calon peserta lainnya. Saya tahu banyak peserta yang mengikuti seleksi, tetapi tidak semuanya lulus,” katanya. Pelantikan yang juga diikuti sejumlah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari proses pengisian jabatan yang mengedepankan persyaratan dan kompetensi.

Lebih lanjut, Gus Irawan mengingatkan bahwa kepala sekolah harus menguasai dan mampu menerapkan delapan standar nasional pendidikan, meliputi standar kompetensi lulusan, isi, proses, penilaian pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, serta pembiayaan. Penguasaan terhadap standar tersebut menjadi landasan dalam merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara berkelanjutan. Ia meminta para kepala sekolah tidak berhenti belajar setelah memperoleh amanah jabatan, melainkan terus berinovasi dan melakukan pembenahan sesuai kebutuhan satuan pendidikan masing-masing. “Pelantikan ini bukan akhir, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar,” tegasnya.


Menurut Bupati, keberhasilan sebuah sekolah sangat berkaitan dengan kemampuan pemimpinnya membangun visi bersama guru dan tenaga kependidikan. Kepala sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, kondusif, dan mendorong peserta didik mengembangkan potensi serta meraih prestasi. Tanggung jawab tersebut juga harus selaras dengan visi pembangunan Tapanuli Selatan dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, unggul, cerdas, dan sejahtera, sekaligus menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045. 


“Para orang tua menitipkan anaknya kepada kita untuk dididik agar menjadi anak yang cerdas, cinta, berakhlak, memiliki moral dan etika. Harapan itu kami gantungkan kepada Bapak dan Ibu semua,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Gus Irawan turut mengapresiasi Dinas Pendidikan, para kepala sekolah, guru, serta seluruh tenaga pendidik dan kependidikan yang selama ini berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan di Tapsel.


9 Ia juga menyampaikan bahwa Tapanuli Selatan pada tahun ini memperoleh pengakuan sebagai kabupaten dengan kualitas data pendidikan yang memiliki residu terendah. Capaian tersebut, menurutnya, harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan akurasi dan kualitas data hingga tidak lagi ditemukan residu. Berdasarkan Keputusan Bupati Tapanuli Selatan Nomor 100.3.3.2/492/2026 tanggal 17 September 2026, enam kepala sekolah yang mendapat penugasan pada jenjang SMP ialah Sinarliani Situmorang, S.Pd, sebagai Kepala SMP Negeri 2 Angkola Selatan; Andi Gustian Hamonangan, S.Pd, sebagai Kepala SMP Negeri 2 Satu Atap Angkola Muaratais; Fitri Sahrani Tanjung, S.Pd, sebagai Kepala SMP Negeri 8 Satu Atap Sipirok; Listhen Tiarmaida Silitonga, S.Pd, sebagai Kepala SMP Negeri 2 Tantom Angkola; Habsah Harahap, S.Pd, sebagai Kepala SMP Negeri 4 Sipirok; serta Nuranita Siregar, S.Pd.SD, sebagai Kepala SDN No. 100107 Lobu Layan Sigordang. Sementara itu, para kepala sekolah jenjang SD lainnya ditempatkan di berbagai satuan pendidikan yang tersebar di wilayah Tapanuli Selatan, termasuk Panobasan Lombang, Sitinjak, Garonggang, Panompuan Julu, Sipogu, Hutapadang, Benteng Huraba, Napa, Padang Lancat, Aek Kahombu, Batangtoru, Hapesong, Haunatas, Huraba, Pancurbatu, Sugi, Simangambat, Sipagimbar, Sipirok, Paran Julu, Rambasihasur, Simataniari, Aek Tarutung, Hutaraja, Muara Hutaraja, Muara Upu, Aek Badak Jae, dan Rianiate.


Di akhir arahannya, Bupati Gus Irawan kembali menegaskan bahwa amanah sebagai kepala sekolah harus diwujudkan melalui kerja nyata, kolaborasi, integritas, dan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. Kesamaan visi antara kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan menjadi fondasi penting agar setiap kebijakan sekolah benar-benar berorientasi pada perkembangan peserta didik. Ia berharap pelantikan 38 kepala sekolah tersebut menjadi momentum penguatan tata kelola pendidikan di Tapanuli Selatan, sehingga sekolah tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang tumbuhnya karakter, moral, etika, dan prestasi generasi muda. “Saya berharap kualitas pendidikan di Tapanuli Selatan semakin baik dan meningkat pada masa-masa mendatang. Harapan itu sangat besar, dan kemudian kami serahkan kepada Bapak dan Ibu para kepala sekolah,” pungkasnya.(PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: