POSKOTASUMATERA, JAMBI- Miris benar nasib yang dialami oleh sebut saja bunga (12) warga Dusun Aur Gading, Kecamatan Jujuhan Ilir,Muaro Bungo, Jambi. Siswi yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD) ini hamil, setelah dirinya diperkosa oleh dua orang bandot tua dan seorang tetangganya.
Ketiga pelaku masing-masing bernama Adam bin Muhammad (70), Abu Bakar bin Samad (70) dan Junaidi (30) ketiganya masih bertetangga dengan korban.
Saat ini ketiga pelaku sudah ditahan di Polsek Jujuhan, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Keterangan yang diperoleh wartawan, Kamis (01/09/2016) awal terungkapnya kasus asusila ini, saat guru korban merasa curiga dengan prilaku korban yang sering urung dan muntah-munta.Oleh pihak sekolah korban bersama ibunya dibawah keklinik setempat untuk diperiksa.
"Saya sangat terkejut saat dokter bilang anak saya hamil, lebih terkejut lagi kalau yang menghamili anak saya masih bertetangga,"ucap Lilik ibu korban.
Para pelaku memperkosa korban, pada bulan Juni 2016 saat korban sendirian berada didalam rumah. Para pelaku yang melihat korabn sendiri, langsung membekap korban dan memperkosanya secara bergilir.
"Anak saya bilang, mereka memperkosanya bertiga dirumah saat dia sedang sendirian. Anak saya dikasih uang agar tidak bercerita sama siapapun,"cetusnya.
Ibu korban berharap, para pelaku dihukum dengan seberat-beratnya."Saya minta penegak hukum bisa adil, kasih hukuman yang berat kepada para pelaku yang telah menghancurkan hidup anak saya,"tandasnya. (red/IT)
Ketiga pelaku masing-masing bernama Adam bin Muhammad (70), Abu Bakar bin Samad (70) dan Junaidi (30) ketiganya masih bertetangga dengan korban.
Saat ini ketiga pelaku sudah ditahan di Polsek Jujuhan, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Keterangan yang diperoleh wartawan, Kamis (01/09/2016) awal terungkapnya kasus asusila ini, saat guru korban merasa curiga dengan prilaku korban yang sering urung dan muntah-munta.Oleh pihak sekolah korban bersama ibunya dibawah keklinik setempat untuk diperiksa.
"Saya sangat terkejut saat dokter bilang anak saya hamil, lebih terkejut lagi kalau yang menghamili anak saya masih bertetangga,"ucap Lilik ibu korban.
Para pelaku memperkosa korban, pada bulan Juni 2016 saat korban sendirian berada didalam rumah. Para pelaku yang melihat korabn sendiri, langsung membekap korban dan memperkosanya secara bergilir.
"Anak saya bilang, mereka memperkosanya bertiga dirumah saat dia sedang sendirian. Anak saya dikasih uang agar tidak bercerita sama siapapun,"cetusnya.
Ibu korban berharap, para pelaku dihukum dengan seberat-beratnya."Saya minta penegak hukum bisa adil, kasih hukuman yang berat kepada para pelaku yang telah menghancurkan hidup anak saya,"tandasnya. (red/IT)