Hotmatua Rambe S.Sos M.Kes Gagas Koperasi Merah Putih, Angkat Derajat Petani Salak Tapanuli Selatan

/ Senin, 05 Mei 2025 / 13.49.00 WIB


Hiotmatua Rambe S.Sos M.Kes Sekretaris Dinas Perdagangan , dan Koperasi  UKM Tapsel


POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL – Dengan semangat membangun kampung halaman, Hotmatua Rambe, S.Sos., M.Kes., Sekretaris Dinas Perdagangan , dan Koperasi  UKM Tapanuli Selatan sekaligus putra daerah Sitinjak, meluncurkan inisiatif strategis demi meningkatkan kesejahteraan petani salak di wilayah Angkola Barat. Lewat pembentukan Koperasi Merah Putih, ia menghadirkan harapan baru bagi para petani yang selama ini kesulitan dalam akses pasar dan permodalan.


Bertumpu pada payung hukum UU No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, Inpres No. 9 Tahun 2025, dan SE Menkop No. 1 Tahun 2025, Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi katalis penguatan ekonomi desa melalui pengelolaan potensi lokal. “Salak adalah identitas kita. Melalui koperasi ini, kita ingin petani salak lebih kuat secara ekonomi dan memiliki posisi tawar yang lebih tinggi,” tegas Hotmatua saat menyapa warga di tiga titik kunjungannya: Kelurahan Sitinjak, Simatorkis Sisoma, dan Desa Siuhom, Senin (5/5/2025).


Kehadiran Hotmatua disambut antusias. Dalam dialog langsung dengan petani, ia mendengarkan aspirasi dan menawarkan solusi konkret. Koperasi ini dirancang tidak sekadar sebagai wadah distribusi, tetapi juga untuk mengembangkan produk turunan seperti manisan, tepung salak, hingga sirup salak—langkah yang diyakini dapat memperluas lapangan kerja dan menambah nilai ekonomi bagi warga desa.


Lebih dari itu, koperasi ini juga akan menyediakan pelatihan teknis, manajemen usaha, dan menjembatani kerja sama dengan sektor swasta dan perbankan. “Kami merasa diperhatikan. Langkah Pak Hotmatua memberi harapan baru bagi kami yang hidup dari salak,” ucap seorang petani dari Desa  Siuhom.


Tahapan awal koperasi ini dimulai dengan sosialisasi, pembentukan keanggotaan, hingga legalisasi badan hukum. Hotmatua mengajak seluruh lapisan masyarakat bergotong royong demi suksesnya program ini.


“Ini bukan hanya soal salak, tapi tentang harga diri daerah. Kita ingin ekonomi rakyat bangkit dari akar rumput,” pungkasnya.(PS/BERMAWI)


Komentar Anda

Terkini: