Aksi Bersih Lingkungan di Desa Lobu Layan Sigordang: Implementasi World Cleanup Day 2025 di Tapanuli Selatan

/ Sabtu, 20 September 2025 / 18.29.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL – Desa Lobu Layan Sigordang, Kecamatan Angkola Barat, menjadi salah satu titik pelaksanaan World Cleanup Day (WCD) 2025 di Kabupaten Tapanuli Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak pada Sabtu, 20 September 2025, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Aksi kolektif tersebut menjadi bukti nyata kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.


World Cleanup Day sendiri merupakan gerakan global yang mengedepankan partisipasi masyarakat untuk mengurangi pencemaran lingkungan melalui aksi gotong royong. Di Desa Lobu Layan Sigordang, fokus kegiatan diarahkan pada pembersihan fasilitas umum, seperti jalan desa dan selokan atau gorong-gorong di jalur lintas kabupaten. Hal ini memiliki dimensi ekologis penting karena drainase yang bersih mampu mengurangi risiko banjir, sekaligus meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan sekitar.


Kegiatan yang diikuti sekitar 70 orang ini berlangsung dengan penuh semangat. Kehadiran masyarakat dari berbagai lapisan, mulai dari aparatur desa, para kepala desa, hingga warga setempat, menunjukkan adanya kolaborasi lintas generasi dalam menjaga kebersihan. Partisipasi yang inklusif ini memperlihatkan bahwa kepedulian lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga tugas bersama seluruh masyarakat.


Aksi bersih lingkungan tersebut turut dihadiri oleh Camat Angkola Barat, Muhammad Thohir Pasaribu, S.Sos, Kepala Perpustakaan Kabupaten Tapanuli Selatan, serta Kepala Desa Lobu Layan Sigordang, Khoiruddin Hutasuhut. Kehadiran pejabat daerah memberi nilai tambah karena memperkuat legitimasi gerakan sekaligus menjadi bentuk teladan nyata bagi masyarakat. Kehadiran tokoh publik juga memperlihatkan bahwa aksi kecil di tingkat desa memiliki dampak signifikan dalam konteks pembangunan berkelanjutan.


Secara ilmiah, kegiatan semacam ini berkontribusi terhadap pengurangan timbulan sampah di sumbernya. Pembersihan saluran air dan jalan tidak hanya meningkatkan estetika desa, tetapi juga berfungsi mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan, seperti demam berdarah dan diare, yang sering kali muncul akibat lingkungan kotor. Dengan demikian, aksi ini memiliki dimensi kesehatan masyarakat yang penting, selain aspek ekologi dan sosial.


Dari perspektif sosial, kegiatan gotong royong seperti ini memperkuat modal sosial masyarakat desa. Interaksi yang terjalin selama kegiatan mendorong terciptanya solidaritas, kebersamaan, dan rasa memiliki terhadap lingkungan. Modal sosial ini sangat relevan dalam mendukung keberlanjutan program lingkungan ke depan, karena tanpa kebersamaan, aksi kebersihan cenderung hanya bersifat sesaat.


Dengan semangat World Cleanup Day 2025, Desa Lobu Layan Sigordang telah memberikan contoh bagaimana sinergi antara pemerintah dan masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat, bersih, dan berkelanjutan. Harapan besar terletak pada konsistensi gerakan ini agar tidak berhenti pada momentum peringatan, melainkan menjadi budaya sehari-hari yang melekat dalam kehidupan masyarakat Tapanuli Selatan.


Kepala Desa Lobu Layan Sigordang, Khoiruddin Hutasuhut, menyampaikan:

"Aksi bersih lingkungan ini bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga bentuk komitmen nyata kita sebagai warga desa untuk menjaga lingkungan tetap sehat dan asri. Kami berharap kegiatan seperti ini menjadi budaya yang berkesinambungan, karena kebersihan adalah bagian dari kualitas hidup masyarakat."


Sementara itu, Camat Angkola Barat, Muhammad Thohir Pasaribu, S.Sos, menambahkan:

"World Cleanup Day adalah momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan. Kehadiran berbagai elemen masyarakat di Desa Lobu Layan Sigordang hari ini membuktikan bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam pembangunan daerah, khususnya dalam menjaga kebersihan dan kelestarian alam."(PS/BERMAWI)


Komentar Anda

Terkini: