POSKOTASUMATERA.COM-MARANCAR-Semangat kebersamaan tampak jelas di Kecamatan Marancar pada Jumat (26/9/2025). Camat Marancar, Hj. Rosnanni Pasaribu, S.Pd., M.M., turun langsung memimpin kegiatan gotong royong bersama aparat kecamatan dan masyarakat di empat wilayah sekaligus, yakni Desa Aek Sabaon, Desa Sugi, Desa Simaninggir, dan Kelurahan Pasarsempurna. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi pemerintah dengan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Gotong royong yang digelar bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk partisipasi sosial yang mengakar dalam tradisi masyarakat lokal. Menurut kajian sosial, kegiatan kolektif semacam ini mampu memperkuat modal sosial (social capital), yakni jaringan kepercayaan dan kerja sama yang menjadi pondasi bagi pembangunan berkelanjutan. Dengan melibatkan lintas unsur, mulai dari aparat pemerintahan hingga warga, kegiatan ini menghadirkan energi kolaborasi yang produktif.
Fokus utama gotong royong kali ini adalah pembersihan drainase, jalan desa, dan fasilitas umum yang menjadi penunjang aktivitas harian masyarakat. Secara ekologis, tindakan tersebut memiliki manfaat signifikan, seperti mencegah banjir saat musim hujan, mengurangi penyebaran penyakit akibat lingkungan kotor, serta memperindah wajah desa dan kelurahan. Kajian lingkungan menegaskan bahwa upaya sederhana seperti menjaga kebersihan drainase dapat menekan potensi genangan air hingga 40 persen.
Dalam sambutannya, Camat Hj. Rosnanni Pasaribu menekankan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada pemerintah, melainkan turut menjadi pelaku utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berdaya saing. Pendekatan partisipatif ini sejalan dengan paradigma pembangunan modern yang menekankan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.
Respon masyarakat di empat wilayah yang dikunjungi menunjukkan antusiasme tinggi. Banyak warga yang terlibat membawa peralatan sederhana seperti cangkul, sapu, hingga keranjang sampah. Keterlibatan lintas generasi, mulai dari pemuda hingga orang tua, menandakan bahwa nilai gotong royong masih hidup dan relevan meski di tengah arus modernisasi. Secara kultural, hal ini menjadi penguat identitas masyarakat Marancar sebagai komunitas yang menjunjung tinggi kebersamaan.
Dari perspektif pembangunan wilayah, kegiatan ini memberikan implikasi strategis. Gotong royong bukan hanya menjaga kebersihan, tetapi juga mempererat komunikasi antara pemerintah kecamatan dengan masyarakat. Hubungan yang harmonis akan memudahkan implementasi berbagai program pembangunan, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi. Keterlibatan aktif warga juga menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap fasilitas umum yang ada.
Dengan demikian, gotong royong yang dipimpin langsung oleh Camat Marancar Hj. Rosnanni Pasaribu di Desa Aek Sabaon, Sugi, Simaninggir, dan Kelurahan Pasarsempurna bukan sekadar kegiatan fisik, tetapi juga sarana membangun kesadaran kolektif. Melalui kerja bersama ini, tercipta harmoni antara aspek sosial, lingkungan, dan pembangunan. Inilah bukti bahwa kearifan lokal yang dipadukan dengan kepemimpinan partisipatif mampu menjadi motor penggerak kemajuan desa dan kelurahan di Kecamatan Marancar.(PS/BERMAWI)

