Akses Terputus Total, Puluhan Warga Hilang, Pemerintah Kerahkan Operasi Penyelamatan Terbesar Tahun Ini Di Taput

/ Kamis, 27 November 2025 / 18.46.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM- TAPANULI UTARA — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara bersama TNI–Polri, BNPB, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyampaikan perkembangan terbaru penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut selama tiga hari berturut-turut. 

Informasi resmi disampaikan langsung oleh Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si, M.Si, di halaman Kantor Bupati Taput, Tarutung, Kamis (27/11/2025).

Dalam pernyataannya, Bupati Hutabarat menegaskan bahwa rangkaian bencana yang terjadi sejak awal pekan telah memberikan dampak luas pada sedikitnya enam kecamatan, meliputi dua jenis bencana utama, yaitu banjir besar dan tanah longsor.

Enam wilayah yang mengalami banjir meliputi Pahae Julu, Pahae Jae, Purbatua, Siatas Barita, Tarutung, dan Parmonangan, serta beberapa desa di kecamatan lain.

Kondisi terparah dilaporkan terjadi di Kecamatan Purbatua dan Pahae Jae, di mana beberapa desa sempat terisolasi karena arus banjir yang kuat dan jembatan penghubung yang rusak.

Pemerintah daerah telah menyalurkan kebutuhan dasar, logistik, dan bantuan permakanan, termasuk kepada warga yang terjebak dan tidak dapat keluar dari wilayahnya sejak hari pertama bencana.

Situasi semakin kompleks dengan adanya 30–40 titik longsor di jalur utama Tarutung–Tapanuli Tengah–Sibolga. Akses ini merupakan jalur vital yang menghubungkan lalu lintas logistik dan evakuasi ke wilayah pantai barat Sumatra Utara.

Hingga siang ini, kendaraan hanya dapat menjangkau wilayah Lobu Pining, sementara tim gabungan bekerja tanpa henti membuka jalur prioritas menuju Adian Koting, yang ditargetkan terbuka dalam dua hari mendatang. Material longsor yang besar, kondisi tanah labil, serta curah hujan tinggi menjadi tantangan utama tim di lapangan.

Putusnya jaringan listrik dan telekomunikasi di wilayah Adian Koting hingga Sibolga menyebabkan proses evakuasi dan koordinasi sempat tersendat. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mengerahkan perangkat komunikasi berbasis Starlink di sejumlah titik strategis.

Banyak warga yang sedang melakukan perjalanan dari Medan menuju Sibolga terpaksa meninggalkan kendaraan mereka dan berjalan kaki menuju Tarutung akibat jalur yang tertutup total.

Tim gabungan melaporkan bahwa hingga Kamis siang, 7 korban jiwa telah ditemukan:2 korban dari wilayah Parsikkaman, 5 korban dari wilayah Sibalanga

Sementara itu, sekitar 29 warga masih dinyatakan hilang di berbagai titik terdampak. Kecamatan Parmonangan juga melaporkan beberapa rumah tertimbun longsor, termasuk dugaan 5 orang yang hilang di area PLTMA akibat material tanah yang menutup seluruh akses.

TNI melalui Kodam I/BB menurunkan 1 unit ekskavator dan 1 unit truk untuk membuka akses jalur Tarutung–Sibolga. Selain itu, 200 personel tambahan dari Mabes AD telah diberangkatkan untuk memperkuat proses pencarian, evakuasi, dan distribusi logistik.

Koramil dan Polsek di seluruh kecamatan terdampak juga terlibat aktif dalam evakuasi korban, termasuk pengangkatan jenazah dari lokasi-lokasi yang hanya memiliki koneksi komunikasi stabil selama 15 menit setiap kali tersambung.

Di sisi lain, Kapolda Sumut dijadwalkan tiba di Bandara Silangit menggunakan helikopter untuk memimpin langsung koordinasi lapangan.

BNPB telah mendirikan pos komando utama penanganan bencana di Kabupaten Tapanuli Utara. Pemerintah menetapkan status Tanggap Darurat selama tujuh hari, dengan kemungkinan diperpanjang sesuai perkembangan di lapangan.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mengimbau masyarakat: mengutamakan keselamatan, menghindari penyebaran informasi tidak terverifikasi, serta menggunakan call center resmi Pemkab Taput 0811-6164-5500 untuk melaporkan orang hilang atau mencari informasi mengenai keluarga yang terdampak.

Untuk mengatasi kelumpuhan jalur darat, pemerintah menyiapkan helikopter dan pesawat Hercules guna mempercepat distribusi bantuan, termasuk mengevakuasi korban dari wilayah yang tidak dapat dijangkau kendaraan.

Bupati menegaskan bahwa seluruh unsur pemerintah, TNI–Polri, dan relawan akan bekerja tanpa henti demi menyelamatkan warga, mengevakuasi korban, serta memulihkan akses utama secepat mungkin. (PS/EN).

Komentar Anda

Terkini: