Kankemenag Aceh Utara Harapkan Aset KUA Mangkrak Agar Dapat Disulap Menjadi Balai Kopi Produktif

/ Kamis, 13 November 2025 / 10.50.00 WIB
Kankemenag Aceh Utara H. Fadli mengajak Warga Kemenag untuk mendukung aset yang mangkrak disulap menjadi Balai Kopi Produktif.  FOTO | DAHLAN AMRY 

POSKOTASUMATERA.COM | ACEH UTARA  -- H. Fadli S. Ag M. Si Kankemenag Aceh Utara mengatakan, pihaknya berani dan inovatif mengambil bekas Kantor Urusan  Agama (KUA) Lhoksukon  yang Menghadapi ancaman penguasaan ilegal atas aset tanah  tersebut untuk menjadi lahan  strategis. 

Namun rentan, persoalan itu dilempar kan pada saat rapat HAB ke 80 di kantor PLHUT Aceh Utara, kemarin. Kemenag Aceh Utara memutuskan untuk bertindak cepat  mengubah lahan "mangkrak" di pusat kota Lhoksukon menjadi Balai Kopi Produktif.

"Proyek ini tidak hanya mengamankan status aset yang sebelumnya dalam kondisi kritis, tetapi juga menjadikannya mesin penghasil amal dan profit sosial. Dengan estimasi pendapatan sewa hingga Rp30 juta per tahun,' ujarnya. 

Menurut dia, inisiatif ini siap menjadi model asset management berbasis filantropi Islam.

​Inspirasi dari Strategi Kemenag Aceh Utaradidukung penuh oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Aceh yang melihat potensi lokasi yang sangat strategis.

​"Beliau melihat letaknya sangat strategis. Jika dikembangkan, ini bisa menghasilkan keuntungan signifikan untuk kemaslahatan agama," ujarnya. 

Fadli menjelaskan ,​Bangunan lama akan direnovasi total dengan konsep modern dan terbuka—sebuah Balai Kopi yang nyaman. Rencananya, jendela akan dibuka, saluran air ditutup, dan seluruh desain akan dibuat transparan, sangat cocok untuk hangout dan pertemuan.

Dia berharap ,​Gerakan Solidaritas Rp100 Ribu  Modal dari 2.000 ASN Yang paling menarik, modal rehabilitasi total bangunan ini sepenuhnya berasal dari gerakan solidaritas internal Wakaf Uang ASN.

​Menghitung jumlah total pegawai (ASN dan P3K) yang mencapai hampir 2.000 orang, Kemenag menetapkan target wakaf minimal Rp100.000 per individu.

Total dana Rp200 juta diperkirakan cukup untuk membiayai seluruh rehabilitasi. Ini adalah perwujudan amal jariah kolektif, di mana setiap ASN berpartisipasi dalam "sehatnya" bangunan yang akan difungsikan.

Fadli menambahkan, ​100% Keuntungan untuk Kesejahteraan, Hasil dari penyewaan Balai Kopi ini akan didedikasikan untuk tiga pilar utama kesejahteraan:

​Penguatan ASN: Membantu pegawai Kemenag yang membutuhkan. Kesejahteraan Umat: Menyalurkan bantuan kepada anak yatim dan fakir miskin.

​Kontribusi Negara: Membantu pembayaran kewajiban rutin seperti iuran BPJS yang nilainya mencapai Rp1.250.000 per tahun untuk setiap ASN.

​Menjamin Transparansi dan Keberlanjutan demi menjamin penggunaan dana dan hasil yang transparan dan berkelanjutan (landai), Kemenag Aceh Utara sepakat untuk membentuk panitia independen yang tidak akan dipimpin oleh Kepala Kantor yang sewaktu-waktu dapat berpindah tugas.

Panitia ini dipilih langsung oleh ASN, memastikan akuntabilitas proyek. Inisiatif ini membuktikan bahwa dengan semangat solidaritas, aset yang terancam dapat diubah menjadi sumber daya produktif yang memberikan manfaat nyata dan amal jariah bagi ribuan pegawai dan masyarakat di sekitarnya.

Namun, dari apa yang sudah di sampaikan Kankemenag Aceh Utara, hal itu mendapatkan respon dari keluarga Madrasah agar lebih berhati-hati dalam penggunaan dana dari Karyawan atau ASN. 

Mereka ada yang meminta agar regulasi yang akan diterbitkan nanti supaya di konsultasi dengan aparat hukum setempat. Katanya. (PS/DAMRY)

Komentar Anda

Terkini: