Barisan Sepuluh Pemuda Aceh Tenggara Minta Kejari Usut Dana Desa Kute Lawe Loning Hakhapen
POSKOTASUMATRA.COM -ACEH TENGGARA - Guna transparan, mencegah dugaan Mark Up dalam penggunaan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) Kute Lawe Loning Hakhapen Kecamatan Lawe Sigala -gala Kabupaten Aceh Tenggara tahun 2023.
Barisan Sepuluh Pemuda Aceh Tenggara angkat bicara hingga meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) di Kejaksaan Negeri Kejari Aceh Tenggara maupun Tindak Pidana Korupsi Tipikor Polres Aceh Tenggara untuk melakukan penyelidikan terhadap pengguna anggaran Dana Desa secara menyeluruh atau melakukan audit investigatif setiap poin-poin anggaran rakyat yang digunakan.
"Kita tak mau anggaran DD ada yang sampai fiktif, Mark Up hingga terjadi penyimpangan yang akan memperkaya oknum-oknum Pengulu. Ungkap Dahrin kepada Poskotasumatra.com, Minggu (23/11/2025).
"Anggaran ADD adalah untuk kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan hingga menekan gizi buruk. Kita inginkan anggaran transparan, makanya kita minta anggaran Dana Desa Kute Lawe Loning Hakhapen diusut tuntas, termasuk tunjangan Pengulu Kute, Aparatur Desa, Tunjangan BPK.
Apabila dalam penyelidikan ditemukan ada indikasi penyimpangan, Mark Up maka temuan itu harus diproses hingga tuntas sampai ke meja hijau agar uang rakyat dikembalikan," pinta Ketua Barisan Sepuluh Pemuda Aceh Tenggara Dahrinsyah SE.
Kata dia, anggaran ADD tahun 2023 kita mau harus transparansi sedetail-detailnya, mulai dari pengadaan, pembelian, honorium, hingga beasiswa dan kegiatan-kegiatan lainnya sesuai APDesa Kute Lawe Loning Hakhapen.
Misalnya, beasiswa PAUD Rp 10 juta, Pelaksanaan Posyandu Rp 80 juta, Biaya Kuliah Rp 7,3 juta, Musdus Rp 5 juta, Musrenbang Kute Rp 6 juta, Pendataan SPGs Rp 5 juta, Rehabilitasi/peningkatan gedung Rp 5 juta, pengadaan alat elektronik Rp 3,5 juta.
Biaya koordinasi Rp 20 juta, peningkatan kapasitas operator Kute Rp 8.686.000, BLT Dana Desa untuk 19 KK per KK 3,6 juta dengan total Rp 68.400.000. Operasional Perkantoran Kute Rp 24.027.000, Belanja Operasional Perkantoran Rp 5.123.000, penyedia tunjangan BPK Rp 31.850.000.
Selanjutnya, belanja jasa honorium Rp 10.800.000, pembinaan PKK-Kute Rp 15.890.000. Pembinaan Pemuda/Karang Taruna Rp 10 juta. Tunjangan pelaksanaan kerukunan umat beragama Rp 39.905.000. pelaksanaan HUT-RI Rp 13.400.000. pelaksanaan gotong royong Rp 10 juta.
Pemeliharaan lampu jalan Kute Rp 5,4 Juta. Pembuatan jalan warga Rp 90.661.000. Pengangkutan sampah rumah tangga Rp 31.116.000. Sewa Sarana Mobilitas Rp 14.400.000. Pembangunan Poskamling Kute Rp 12 juta. Penyuluhan masyarakat sadar hukum Rp 5,5 juta.
Pembangunan SPAL Kute Rp 101.143.000.Sewa Molen Rp 280.000x7. kereta sorong arteo Rp 600.000x3 unit. Pembelian kerikil 28m3 Rp 158.000. tanah timbunan 90m3 108.000. semen Portland 40 kg 259 zakX83.000 total Rp 21.497.000. Pasir beton 130M3 x158.000 Rp 20.540.000.
Upah tukang 10x165.000. upah pekerja 132x130.000. Upah mandor 23x220.000. Belanja modal Jalan- Upah tenaga kerja Rp 68.265.000. Honor TPK Rp 2,5 juta.
Rumah gizi PMT balita dan ibu Rp 57.300.000. Belanja barang dan jasa yang diserahkan kepada masyarakat Rp 53.320.000. Honor Kader Pembangunan (KPM) 12 orang x300.000 total Rp 3,6 juta.
Honorer petugas Rp 4,2 juta. koordinator Posyandu dan pencegahan stunting kecamatan 9 orang x200.000 Rp 1,8 juta.
Tambahan makan Bergizi (daging lembu) 200 kgx195.000 Rp 39 juta. Tambahan makan bergizi 12 kali Rp 667.000 yakni bahan kacang hijau 490 CUPx7.000. Telur rebus 480 paketx6.000. Dan, masih banyak lain poin-poin Dana Desa Kute Lawe Loning Hakhapen yang perlu ditelusuri hingga mengaudit penggunaan anggaran Dana Desa sampai tuntas.
Kita tidak inginkan dalam pengusutan anggaran ADD Lawe Loning Hakhapen tahun 2023 ini hanya melihat dokumen. Namun, kita inginkan Aparat Kepolisian Polres Agara maupun Kejari Agara melakukan audit investigatif untuk menelusuri aliran dana dan penerima dana dari setiap point-point yang tercantum dalam APDeS Kute Lawe Loning Hakhapen.
"Apalagi anggaran itu diketahui oleh Pengulu Kute Lawe Loning Hakhapen Sabaruddin, Sekdes, Guntur Sahroji dan Pelaksana Kegiatan Anggaran Haryono Alexander,"pinta Dahrinsyah.
Sementara itu, di lokasi Terpisah Pengulu Kute Lawe Loning Hakhapen, Sabaruddin saat di hubungi poskotasumatra.com melalui telepon dan pesan via whatsapp tidak ada respon hingga rilisan masuk ke meja Redaksi. (PS/AZHARI)
