POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,-Memasuki periode hujan deras dan angin kencang yang berkepanjangan, Kecamatan Pollung kembali berada dalam kondisi yang membutuhkan kewaspadaan tinggi. Menyikapi situasi ini, Camat Pollung, Imron Banjarnahor, menyampaikan himbauan resmi kepada seluruh warga di 13 desa dan 47 dusun agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.
Menurutnya, cuaca ekstrem yang terjadi bukan hanya berdampak pada aktivitas harian, tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai ancaman keselamatan. Mulai dari pohon tumbang, banjir lokal, hingga tanah longsor di wilayah yang memiliki kontur perbukitan.
Dalam himbauan tersebut, Camat menekankan pentingnya melakukan pengecekan struktural rumah. Atap, dinding, dan tiang rumah merupakan bagian yang paling rentan saat diterjang angin kencang. Ia mendorong warga untuk segera memperbaiki kerusakan kecil sebelum berubah menjadi bahaya besar.
Selain itu, warga diminta memeriksa lingkungan sekitar rumah, terutama keberadaan pohon besar yang sudah tua atau condong. “Daripada menimbulkan bahaya, lebih baik ditebang secara terukur,” ujarnya. Ia menyebutkan bahwa menanam pohon baru di lokasi aman lebih baik daripada mempertahankan pohon yang mengancam keselamatan.
Bagi warga yang tinggal di sekitar perbukitan, tebing, atau tanah miring, Camat mengimbau agar waspada terhadap tanda pergerakan tanah, seperti retakan kecil atau perubahan permukaan tanah di sekitar rumah. Warga dianjurkan untuk sementara mengungsi ke tempat yang lebih aman jika melihat indikasi tersebut. “Mengungsi lebih awal jauh lebih baik daripada terlambat mengambil keputusan,” tegasnya.
Ia juga mengajak kepala desa dan perangkatnya untuk melakukan pendataan cepat titik-titik rawan dan memastikan setiap dusun memiliki jalur evakuasi sederhana yang dapat digunakan sewaktu-waktu.
Saat beraktivitas, terutama menggunakan sepeda motor atau berjalan kaki, warga diminta menjaga jarak dari pohon besar dan menghindari berteduh di bawahnya saat hujan turun. Jalanan yang licin dapat menjadi ancaman lain yang kerap diabaikan. Karena itu, kehati-hatian ekstra sangat diperlukan, terutama di pagi dan sore hari ketika curah hujan cenderung meningkat.
Selain itu, Camat memberi perhatian khusus kepada keselamatan anak-anak. Debit air sungai yang meningkat drastis dapat berubah dua kali lipat dalam waktu singkat. Ia meminta orang tua tidak memberi izin anak bermain atau berenang di sungai sampai kondisi kembali normal.
Dalam kesempatan tersebut, Imron menegaskan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Ia mengajak warga saling mengingatkan, bergotong royong membersihkan lingkungan, serta melapor cepat jika melihat kondisi yang berpotensi membahayakan.
“Waspada setiap saat, saling mengingatkan, dan saling menjaga adalah kunci agar kita terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak lupa berdoa memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar seluruh warga Kecamatan Pollung dijauhkan dari marabahaya selama musim penghujan ini.
Dengan himbauan ini, Pemerintah Kecamatan berharap seluruh masyarakat dapat lebih siap, lebih peduli, dan lebih terarah dalam menyikapi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan berlangsung beberapa waktu ke depan. (PS/BN)
