Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Humbahas bersama Vikep Santa Filipus Rasul Doloksanggul, RP Yanuarius Berek, SVD, disaksikan oleh Pastor Paroki Santa Lusia Parlilitan, Pastor Sebastian Siringoringo, OFM. Cap., yang memimpin pembukaan kunci gereja.
Turut hadir Anggota DPRD Humbang Hasundutan Antonius P. Simamora dan Roganda Tinambunan, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Adrianus TH. Mahulae, para pimpinan OPD, Camat Parlilitan Marolop Sihotang, Danramil Parlilitan Peltu Tohap Tinambunan, Aiptu Jhon Purba (Polsek Parlilitan), para kepala desa se-Kecamatan Parlilitan, serta tokoh adat, tokoh masyarakat, dan anak rantau Parlilitan.
Acara pemberkatan dan peresmian ini menjadi momen sakral yang disambut dengan sukacita umat Katolik setempat. Pembangunan gereja tersebut merupakan hasil gotong royong masyarakat, dukungan umat perantau, dan kerja sama lintas pihak yang ingin menghadirkan tempat ibadah yang layak bagi umat Katolik di Parlilitan.
Dalam sambutannya, Bupati Oloan Paniaran Nababan menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas berdirinya gereja yang megah dan indah tersebut.
“Dengan berdirinya Gereja Katolik ini, saya melihat wujud nyata semangat kebersamaan, gotong royong, dan keimanan umat Katolik di Humbang Hasundutan, khususnya di Parlilitan. Gereja ini diharapkan menjadi tempat umat berkumpul, berdoa, serta menebar kasih dan kedamaian,” ujar Bupati.
Beliau juga menegaskan, pemerintah selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya untuk membangun fisik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai sosial dan spiritual masyarakat Humbahas.
“Mari jadikan gereja ini sumber inspirasi untuk berbuat baik dan melayani sesama. Semoga kehadiran gereja ini membawa berkat bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.
Sementara itu, RP Yanuarius Berek, SVD, dalam khotbahnya menekankan bahwa pembangunan dan pemberkatan gereja merupakan wujud nyata berkat Tuhan yang mengalir melalui kebersamaan umat.
“Gereja ini bukan sekadar bangunan, melainkan rumah Tuhan yang menjadi sumber kedamaian, kasih, dan pengharapan bagi setiap orang yang datang berdoa,” ujarnya.
Sebagai tanda syukur dan penghormatan, pihak gereja melalui RP Yanuarius Berek, SVD dan Pastor Sebastian Siringoringo, OFM. Cap., menyematkan ulos kepada Bupati Humbahas — simbol adat Batak sebagai bentuk doa, restu, dan penghargaan kepada pemimpin yang hadir dan mendukung pelayanan rohani masyarakat.
Dalam tradisi Batak Toba, ulos bukan sekadar kain tenun, melainkan lambang kasih, doa, dan restu dari hati yang tulus. Penyematan ulos kepada pemimpin daerah seperti Bupati Humbahas merupakan ungkapan penghormatan atas perhatian dan kehadiran beliau dalam kehidupan sosial keagamaan masyarakat.
Pembangunan Gereja Katolik St. Fidelis Sigmaringen juga mencerminkan nilai luhur dalihan natolu — somba marhula-hula, manat mardongan tubu, elek marboru — sebagai pedoman hidup orang Batak dalam menjaga harmoni, saling menghormati, dan memperkuat persaudaraan. Semangat gotong royong inilah yang membuat gereja megah ini berdiri kokoh di tanah Parlilitan.

