POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,-Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Humbang Hasundutan dalam beberapa hari terakhir memicu serangkaian bencana alam berupa tanah longsor, pohon tumbang, rusaknya infrastruktur, serta gangguan jaringan listrik dan komunikasi di sejumlah wilayah. Peristiwa ini turut menghambat akses transportasi warga, terutama di daerah perbukitan dan jalur penghubung antarkecamatan.
Menanggapi situasi tersebut, Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH, MH, langsung memerintahkan seluruh dinas teknis, termasuk BPBD, Dinas PUTR, Dishub, PLN, serta unsur pemerintah kecamatan, untuk bergerak cepat ke lokasi-lokasi yang terdampak. Instruksi ini disampaikan tak lama setelah laporan longsor pertama masuk pada Selasa malam, 25 November 2025 sekitar pukul 19.43 WIB.
Mengikuti perintah Bupati, dua unit alat berat milik Pemerintah Kabupaten langsung dikerahkan pada malam itu juga untuk membuka akses dan membersihkan material longsor. Namun upaya awal sempat terhambat akibat kabel listrik tegangan tinggi tumbang, sehingga tim gabungan harus bekerja ekstra hati-hati agar proses evakuasi tidak membahayakan petugas maupun warga.
Pembersihan material dilanjutkan dari Selasa malam hingga Rabu, 26 November 2025, dengan melibatkan personel gabungan dari Pemkab Humbahas, TNI–Polri, PLN, serta masyarakat. Kerja gotong royong dilakukan di beberapa titik yang terdampak cukup berat.
Hasil pendataan awal mencatat sejumlah lokasi yang mengalami longsor dan gangguan infrastruktur, di antaranya:
- Desa Panggugunan, Kecamatan Pakkat
- Jalur Onan Ganjang menuju Desa Sihikkit, Kecamatan Onan Ganjang
- Desa Sihikkit, yang hingga malam ini proses penanganannya masih berlangsung
- Ruas jalan Pangungkitan – Pusuk Parlilitan, termasuk area Sampean dan Jembatan Aek Bottar
- Desa Huta Gurgur, Kecamatan Doloksanggul, yang mengalami pohon tumbang dan kerusakan tanaman warga
Material longsor berupa tanah, batu, dan batang pohon menutup badan jalan sehingga aktivitas warga sempat terhenti. Beberapa titik juga mengalami kerusakan pada jaringan listrik yang menyebabkan pemadaman di beberapa desa. Gangguan komunikasi ikut terjadi akibat tiang telekomunikasi dan jaringan internet yang terdampak.
Selain kerusakan akses jalan, longsor juga menimpa lahan pertanian warga, mengakibatkan kerugian ekonomi dan ancaman gagal panen bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian.
Hingga Rabu malam, alat berat terus bekerja mempercepat pembersihan material. Pemerintah menargetkan akses jalan utama kembali normal sesegera mungkin agar mobilitas masyarakat dan distribusi barang kebutuhan tidak terganggu, terutama jelang akhir pekan ketika aktivitas ekonomi warga meningkat.
PLN juga terus melakukan perbaikan instalasi listrik yang tumbang untuk memulihkan penerangan warga yang hingga hari ini masih padam di beberapa titik.
Bupati Oloan Paniaran Nababan mengimbau masyarakat agar tetap siaga, terutama bagi warga yang tinggal di lereng perbukitan, bantaran sungai, serta jalur rawan longsor.
“Kami meminta seluruh masyarakat tetap waspada. Hujan masih berpotensi turun beberapa hari ke depan, sehingga ancaman longsor susulan masih mungkin terjadi. Prioritaskan keselamatan, hindari aktivitas di daerah rawan, dan segera laporkan bila melihat retakan tanah atau pergerakan lereng,” tegas Bupati.
Pemerintah memastikan pemantauan di lapangan akan terus dilakukan dan seluruh dinas terkait tetap siaga untuk penanganan cepat apabila terjadi kondisi darurat tambahan. (PS/BN)
.jpg)
