POSKOTASUMATERA.COM – PADANGSIDIMPUAN— Di antara dinamika dunia pendidikan Sumatera Utara, nama Dr. Tetti Mahrani Pulungan, S.Pd., M.Pd. mencuri perhatian sebagai sosok pemimpin perempuan yang tumbuh dari akar perjuangan dan pengalaman hidup yang sederhana. Ia resmi dilantik sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Wilayah XI Provinsi Sumatera Utara Jenjang Pendidikan SMA,SMK dan SLB pada Oktober 2025—sebuah amanah besar yang membawahi tiga wilayah penting: Tapanuli Selatan, Kota Padangsidimpuan, dan Mandailing Natal. Namun di balik jabatan strategis itu, tersimpan kisah perjalanan hidup yang humanis dan menginspirasi.
Lahir dan besar di Padangsidimpuan, Dr. Tetti tumbuh dalam lingkungan yang menjunjung tinggi nilai pendidikan. Di bangku SMP Negeri 4 Padangsidimpuan (1998) dan SMA Negeri 4 Padangsidimpuan (2001), ia dikenal sebagai siswi yang tekun dan penuh rasa ingin tahu. Kecintaannya pada pelajaran kimia bukan hanya soal rumus dan reaksi, tetapi juga rasa kagum terhadap cara ilmu pengetahuan menjelaskan kehidupan. Ketekunan inilah yang kemudian membawanya meniti pendidikan tinggi hingga S1, S2, dan S3 Pendidikan Kimia di Universitas Negeri Medan (Unimed)—sebuah pencapaian yang jarang ditempuh secara berurutan oleh putra-putri daerah.
Meski memiliki latar belakang akademik yang kuat, perjalanan karier Dr. Tetti tidak selalu berada di ruang kelas. Ia sempat menapaki dunia perbankan sebagai Teller BRI Cabang Padangsidimpuan, sebuah pengalaman yang mempertemukannya dengan realitas kerja yang cepat, presisi, dan penuh tanggung jawab. Dari sana, ia belajar bahwa pelayanan publik membutuhkan hati, bukan sekadar keterampilan teknis—nilai yang kemudian melekat dalam gaya kepemimpinannya.
Ketika akhirnya kembali ke dunia pendidikan dan menjadi guru di SMK Negeri 1 Batang Onang, Dr. Tetti menemukan rumah sejatinya. Ia hadir bukan hanya sebagai pengajar, tetapi sebagai pembimbing bagi siswa-siswi yang sebagian besar berasal dari keluarga sederhana. Banyak di antara mereka pertama kali belajar kimia melalui analogi-analogi sederhana yang ia buat dari kehidupan sehari-hari. “Beliau selalu membuat kami percaya bahwa masa depan bisa berubah lewat pendidikan,” kenang beberapa alumninya.
Perjalanan kariernya terus menanjak hingga ia diberi kepercayaan memimpin sekolah yang sama selama 10 tahun. Di bawah kepemimpinannya, SMKN 1 Batang Onang berkembang pesat menjadi sekolah vokasi yang adaptif terhadap dunia kerja. Ia membangun jejaring dengan industri, meningkatkan kompetensi guru, dan memastikan setiap siswa memiliki peluang nyata setelah lulus—baik untuk bekerja maupun melanjutkan pendidikan. Banyak alumni mengaku keberhasilan mereka hari ini tidak lepas dari sentuhan tangan dingin sang kepala sekolah.
Pelantikannya sebagai Kacabdisdik Wilayah XI Provsu untuk Jenjang Pendidikan SMA,SMK dan SLB pada Oktober 2025 menjadi titik penting dalam kariernya. Tanggung jawabnya kini tidak lagi sebatas satu sekolah, tetapi ribuan siswa dan ratusan guru di tiga kabupaten/kota. Ia diharapkan menjadi motor perubahan untuk mendorong implementasi Kurikulum Merdeka, digitalisasi pembelajaran, serta penguatan karakter dan literasi peserta didik. Meski tantangan besar menanti, ia menjalani amanah itu dengan keyakinan dan kerendahan hati yang selalu membekas sejak awal perjalanan hidupnya.
Kini, Dr. Tetti Mahrani Pulungan melangkah dengan visi besar: membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter. Sosoknya menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah jembatan antara mimpi dan masa depan. Dari ruang kelas kecil di Batang Onang hingga panggung kebijakan pendidikan Sumatera Utara, ia membawa pesan bahwa setiap langkah kecil—jika dilandasi ketekunan—akan menuntun menuju perubahan besar bagi generasi yang akan datang. (PS/BERMAWI)
